Krusial.com — Token Kinto (K) anjlok lebih dari 80% setelah timnya mengumumkan akan menutup jaringan Ethereum (ETH) layer-2 pada 30 September mendatang. Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan proyek tersebut dihantam masalah, termasuk peretasan senilai US$1,6 juta.

Sebelumnya, Kinto sempat mengumpulkan dana pinjaman sebesar US$1 juta untuk menghidupkan kembali perdagangan di exchange mereka pasca-serangan pada Juli lalu yang menguras 577 ETH.

Namun, kondisi pasar yang semakin memburuk membuat upaya pendanaan berikutnya gagal dan memaksa tim memilih jalur penutupan.

“Setiap hari dana kami semakin menipis. Sejak Juli kami bekerja tanpa gaji, dan setelah rencana pendanaan terakhir gagal, pilihan yang paling masuk akal adalah menutup secara bersih sambil melindungi pengguna dan pemberi pinjaman semaksimal mungkin,” tulis tim Kinto dalam pernyataan di Medium.

Proyek ini juga diketahui menawarkan imbal hasil tinggi hingga 130% APY untuk stablecoin USDC, angka yang dinilai terlalu berisiko bagi keberlangsungan.

Meski ditutup, Kinto memastikan sisa aset termasuk likuiditas Uniswap senilai US$800 ribu akan dikembalikan ke pemberi pinjaman, dengan estimasi pengembalian pokok mencapai 76%.

Selain itu, tim menyiapkan dana hibah bagi korban peretasan dengan kompensasi US$1.100 per alamat, di mana salah satu pendiri Ramon Recuero turut menyumbangkan lebih dari US$130 ribu dari kantong pribadinya.

***Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).