Krusial.com — Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir SIP MPA, melantik 120 pejabat eselon III dan IV dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (12/5/2026).

Dari 120 pejabat yang dilantik, salah satunya adalah Tarmidhi SST MSi yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh.

Sebelumnya, Tarmidhi dikenal sebagai Kepala SMK Negeri 2 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Provinsi Aceh.

Pria kelahiran Aceh Barat, 21 September 1984, itu memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan vokasi, khususnya di wilayah Aceh Barat.

Saat ditemui media ini usai mengikuti rapat bersama puluhan kepala SMK dari Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (13/5/2026), terkait persiapan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se-Provinsi Aceh, Tarmidhi menceritakan perjalanan pendidikannya dari jenjang sekolah dasar hingga meraih gelar magister.

Ia mengawali pendidikan di SD Negeri Puteh Kawai XVI Aceh Barat dan tamat pada tahun 1996. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 XVI Aceh Barat dan lulus pada tahun 1999.

Usai menamatkan pendidikan menengah pertama, Tarmidhi melanjutkan ke SMK Negeri 2 Meulaboh dan lulus pada tahun 2002. Tidak berhenti di situ, ia kemudian diterima di Politeknik Negeri Lhokseumawe pada program studi Diploma III Teknik Mesin dan menyelesaikannya pada tahun 2005.

“Tentu saya tidak puas hanya dengan ijazah D-3. Saya melanjutkan ke jenjang Strata Satu di Politeknik TEDC Bandung hingga meraih gelar SST pada tahun 2008,” ujar Tarmidhi.

Ia kemudian mengikuti seleksi CPNS pada tahun 2009 dan dinyatakan lulus. Tarmidhi mendapat Surat Keputusan dari Bupati Aceh Barat dan bertugas di SMK Negeri 2 Meulaboh, mulai dari guru hingga dipercaya menjadi kepala sekolah.

Menurut mantan juara dua guru berprestasi tingkat provinsi itu, pendidikan magister ditempuhnya di Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh pada bidang Administrasi Pendidikan dan selesai pada tahun 2021.

Selama memimpin SMK Negeri 2 Meulaboh, Tarmidhi disebut berhasil menjalankan sejumlah program peningkatan mutu pendidikan kejuruan, termasuk kerja sama program pra-magang ke Jepang bagi siswa.

Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK Aceh di tingkat internasional. Selain itu, ia juga aktif mendorong pengembangan bakat dan kreativitas siswa melalui berbagai kegiatan pendidikan dan ajang talenta di daerah.

“Pendidikan vokasi di sekolah kejuruan bukanlah hal baru bagi saya, karena saya selain menjadi guru juga pernah menjadi kepala SMK dan dipercaya memimpin MKKS SMK Provinsi Aceh,” tandasnya.

Tarmidhi berharap amanah barunya sebagai Kabid SMK Disdik Aceh dapat mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam pengembangan pendidikan vokasi di Tanah Rencong.

“Mohon doa dari semua pihak agar SMK bisa, SMK hebat, dan itu benar-benar terwujud di Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang guru SMK Negeri 1 Al Mubarkeya Aceh Besar sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Fitriadi SPdI MPd, menilai Tarmidhi memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan vokasi yang dapat mempercepat transformasi SMK Aceh menjadi lebih modern dan kompetitif.

“Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP, sinergi dan komunikasi yang selama ini terbangun dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kebijakan pendidikan vokasi yang relevan dengan tantangan zaman,” kata Fitriadi.***