Krusial.com — Seorang trader mengalami kerugian besar setelah posisi long miliknya dilikuidasi senilai US$9,7 juta ketika harga Bitcoin (BTC) anjlok hingga US$112.500 pada Rabu (20/8/2025) pagi. Catatan menunjukkan likuidasi tunggal terbesar itu terjadi di exchange Binance pada pasangan BTCUSDT.
Sebagai informasi, hal ini berarti aset digital terbesar di dunia tersebut telah anjlok 8,9% dari titik tertingginya di kisaran US$124 ribu yang baru dicapai tepat seminggu lalu pada Kamis (14/8/2025).
Di sisi lain, kerugian yang sama juga ditanggung lebih dari 150 ribu trader lain. Bahkan, nilai totalnya mencapai sekitar US$537 juta, angka yang cukup besar jika dinilai dari likuidasi harian, melansir Coinglass.
Dari jumlah tersebut, posisi long mendominasi dengan total kerugian mencapai US$463,51 juta, sementara posisi short hanya sekitar US$73,59 juta. Angka ini memperlihatkan sebetulnya banyak investor yang terlalu optimis terhadap kenaikan harga Bitcoin, namun pasar menunjukkan situasi terbalik.
Lebih jauh lagi, aset yang paling banyak terkena adalah Ethereum dengan US$200,57 juta, disusul Bitcoin sebesar US$116,56 juta, serta aset crypto lain yang terkumpul senilai US$56,43 juta. Situasi ini kembali menegaskan tingginya risiko dalam perdagangan crypto dengan leverage.***
Tinggalkan Balasan