Krusial.com — Pemerintah Aceh menerima penghargaan pada ajang Serambi Award 2026 dalam Malam Apresiasi “Gebrakan Sang Pemimpin” yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori “Kolaborator Strategis dalam Penanganan Bencana di Aceh” dan diterima oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, S.T., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Tidak hanya Pemerintah Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga menerima penghargaan dalam kategori “Pemimpin untuk Aceh Bangkit”. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, memperoleh penghargaan dalam kategori “Srikandi Pemulihan Aceh”.

Sejumlah tokoh dan pejabat lainnya turut menerima penghargaan dalam ajang tersebut. Di antaranya Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil), Ketua DPRA Zulfadhli, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Teuku Rahmatsyah, serta sejumlah bupati dan wali kota.

Saat membacakan sambutan Gubernur Aceh, Sekda Aceh Taufik menyampaikan apresiasi kepada Serambi Indonesia atas penyelenggaraan Serambi Award 2026.

Menurut Gubernur, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai bentuk kerja dan pengabdian yang telah dilakukan, sekaligus memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat Aceh.

“Ukuran paling baik dari sebuah penghargaan bukanlah seberapa lama nama kita disebut, tetapi seberapa lama manfaat dari apa yang kita kerjakan dapat dirasakan oleh orang lain,” kata Taufik saat membacakan pesan Gubernur Aceh.

Penanganan Bencana Butuh Kolaborasi

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh menekankan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai unsur untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan dan dukungan secara cepat dan tepat.

Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu telah meninggalkan kerusakan serta kehilangan bagi masyarakat Aceh. Namun, di tengah situasi tersebut, semangat kebersamaan justru terlihat melalui berbagai bentuk aksi kemanusiaan.

Masyarakat saling membantu, pemerintah bekerja bersama, dunia usaha turut mengambil bagian, perguruan tinggi memberikan dukungan, relawan bergerak di lapangan, sementara pers terus menyampaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat kepada publik.

Gubernur menilai semangat kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan Aceh pascabencana.

Ia juga menyampaikan bahwa kepemimpinan dalam situasi sulit tidak selalu ditunjukkan melalui keputusan-keputusan besar. Kepemimpinan dapat hadir dalam berbagai bentuk pengabdian dan kerja nyata di tengah masyarakat.

“Pemimpin hadir ketika turun menemui masyarakat. Tenaga kesehatan tetap melayani, guru kembali mengajar, relawan bekerja, pengusaha mempertahankan lapangan pekerjaan, dan jurnalis memastikan suara masyarakat tetap terdengar,” demikian pesan Gubernur yang disampaikan Taufik.

Penghargaan Jadi Amanah

Gubernur Aceh berharap penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Aceh maupun para penerima lainnya tidak dipandang sebagai titik akhir dari sebuah pengabdian.

Sebaliknya, penghargaan tersebut harus menjadi amanah sekaligus motivasi untuk terus melanjutkan kerja dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, semangat kebersamaan, kolaborasi, ketulusan, dan konsistensi perlu terus dijaga dalam membangun Aceh.

“Penghargaan bukanlah titik akhir, melainkan amanah untuk terus melanjutkan ikhtiar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Gubernur.

Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi kekuatan bersama dalam membawa Aceh menuju kondisi yang lebih baik, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat, pelayanan publik yang semakin baik, serta masyarakat yang lebih sejahtera.

Ajang Serambi Award 2026 pun menjadi momentum apresiasi terhadap berbagai pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi Aceh, sekaligus menguatkan pesan bahwa pembangunan dan pemulihan daerah membutuhkan kerja bersama lintas sektor.***