Krusial.com — ini menjadi momentum penting umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah.

‎Penetapan tanggal Maulid Nabi 2025 berbeda antara pemerintah dan organisasi masyarakat Islam. Perbedaan itu dipengaruhi metode penentuan awal bulan Rabiul Awal.

‎Berikut adalah penetapan tanggal Maulid Nabi pada kalender Hijriyah, dilansir dari beberapa sumber:

‎1. Versi Pemerintah

‎Kementerian Agama menetapkan 1 Rabiul Awal 1447 Hijriah jatuh pada Senin, (25/8/2025). Dengan perhitungan tersebut, Maulid Nabi bertepatan dengan Jumat, (5/9/2025).

‎Penetapan dilakukan melalui sidang isbat dengan melibatkan pakar astronomi, ahli falak, dan perwakilan ormas Islam. Hasil sidang dituangkan dalam surat keputusan resmi Kementerian Agama.

‎Kalender Hijriah pemerintah dijadikan acuan kegiatan keagamaan nasional. Surat keputusan tersebut sekaligus menetapkan tanggal peringatan Maulid sebagai hari libur nasional.

‎2. Versi Muhammadiyah

‎Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah menetapkan 1 Rabiul Awal pada Minggu, (24/8/2025). Berdasarkan perhitungan itu, Maulid Nabi diperingati Kamis, (4/9/2025).‎

‎Perbedaan satu hari dengan versi pemerintah mencerminkan metode hisab yang dipakai Muhammadiyah. Penentuan awal bulan dilakukan melalui perhitungan astronomi modern.

‎Muhammadiyah menegaskan pentingnya hisab global tunggal sebagai acuan lintas negara. Konsistensi metode tersebut dituangkan dalam kalender resmi yang digunakan seluruh anggota.

‎3. Versi Nahdlatul Ulama

‎Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan awal Rabiul Awal 1447 Hijriah pada Senin, (25/8/2025). Keputusan disampaikan melalui surat bernomor 92/PB.08/A.II.01.13/13/08/2025.

‎Surat tersebut ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris H Asmui Mansur. Penetapan itu diumumkan melalui surat keputusan resmi pada Sabtu (23/8/2025).

‎Dengan perhitungan tersebut, Maulid Nabi diperingati Jumat Kliwon, (5/9/2025). Penetapan NU sejalan dengan keputusan pemerintah.

‎Perbedaan jadwal Maulid Nabi 2025 menunjukkan variasi penentuan kalender Hijriah. Masyarakat disarankan mengikuti acuan sesuai keyakinan masing-masing.

‎Semua versi tetap bermakna sama, yakni penghormatan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini diharapkan memperkuat iman serta mempererat silaturahmi umat Islam.***