Krusial.com — HIDUP terkadang memang penuh kejutan yang tak disangka. Perihal ini, dari persahabatan tiga perwira muda, lahir cerita diplomasi antarbangsa.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Singapura, Mayor Jenderal Wong Shi Ming, bersahabat dengan dua menteri Indonesia. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
“Dunia ini ternyata kecil, saya tidak menyangka bisa bertemu kembali dalam posisi seperti ini. Sangat terhormat diterima oleh sahabat saya yang kini menjadi Menteri Koordinator,” ujar Wong di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Menteri Iftitah mengingat kembali awal persahabatan mereka yang bermula tahun 2007. Saat itu, ia dan Letnan Satu AHY sama-sama bertugas di Lebanon bersama sejumlah perwira muda.
Mereka berdiskusi mengenai jalur percepatan karier militer di Singapura. Program Fast Track memberi kesempatan perwira berprestasi menempuh pendidikan non-militer untuk memperluas kompetensi.
“Waktu itu kami sepakat TNI juga harus berani membuat lompatan serupa. Caranya dengan memperkuat pendidikan dan pengalaman penugasan,” kata Iftitah.
Diskusi ringan itu terhubung dengan sahabat mereka, Chan Chun Sing, yang kala itu sudah menjadi kolonel. Kini karier Chan melesat menjadi Menteri Pertahanan dan Menteri Koordinator Pelayanan Publik Singapura.
Kenangan berlanjut ketika Iftitah mengikuti pendidikan di Amerika Serikat tahun 2016. Di sana ia kembali dipertemukan dengan sahabat lain, Mayor Luke, lulusan Cornell University.
Luke masih mengingat keputusan Iftitah yang menolak gelar lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando AD Amerika Serikat. Iftitah memilih jalur lain untuk mengabdi pada negara di luar militer penuh.
Kisah itu kemudian bersambung pada 2017, ketika Wong Shi Ming bergabung dalam pertemuan singkat di Jakarta. Mereka hanya berbincang ringan di sebuah kedai kopi ibu kota.
Kini, persahabatan Wong, AHY, dan Iftitah tumbuh melampaui batas profesi dan negara. Ikatan personal mereka menjelma menjadi jembatan diplomasi yang memperkuat kerja sama kawasan.
“Persahabatan ini bukti hubungan antarmanusia bisa membangun kepercayaan antarbangsa. Diplomasi juga dapat lahir dari ikatan personal yang tulus,” ucap Iftitah.
Tinggalkan Balasan