Krusial.com – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syahputra, mendesak Polres Aceh Barat mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Barat.

Edy meminta penyidik tak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan tersebut.

Edy mengatakan, berdasarkan hasil audit Inspektorat Aceh Barat, dugaan korupsi Dana BOKB Tahun Anggaran 2023 mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp658 juta. Nilai kerugian itu dinilai cukup besar sehingga penanganannya harus dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.

“Kami mendukung penuh langkah Polres Aceh Barat dalam mengusut kasus ini. Namun, pengungkapan tidak boleh berhenti pada pelaksana di lapangan saja. Aparat penegak hukum harus berani mengungkap siapa dalang utama yang bertanggung jawab sehingga kasus ini benar-benar tuntas,” kata Edy kepada Krusial di Meulaboh, Rabu (8/7/2026).

Menurut Edy, proses penyelidikan sudah berlangsung cukup lama mengingat dugaan penyimpangan tersebut terjadi pada Tahun Anggaran 2023. Karena itu, publik menaruh harapan besar agar kepolisian segera meningkatkan penanganan perkara dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan alat bukti yang cukup.

“Kasus ini sudah berjalan cukup lama. Masyarakat tentu menunggu kepastian hukum. Jangan sampai penanganannya berlarut-larut sehingga menimbulkan kesan lamban dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Edy juga menilai, kerugian negara yang mencapai lebih dari setengah miliar rupiah merupakan persoalan serius yang harus menjadi perhatian aparat penegak hukum. Selain mengungkap pelaku, penyidik juga diharapkan dapat mengupayakan pemulihan kerugian negara.

Edy turut mengapresiasi kinerja penyidik Polres Aceh Barat yang hingga kini telah memeriksa lebih dari seratus saksi dalam proses penyelidikan dugaan korupsi Dana BOKB tersebut. Menurutnya, banyaknya saksi yang telah dimintai keterangan menunjukkan penyidik bekerja secara serius mengumpulkan alat bukti.

“Langkah penyidik yang telah memeriksa ratusan saksi patut diapresiasi. Sekarang publik menunggu keberanian aparat untuk mengungkap siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam perkara ini. Jangan sampai hanya pelaku kecil yang diproses, sementara aktor utama justru lolos dari jerat hukum,” tegasnya.

Ia berharap proses hukum berjalan secara objektif, profesional, dan bebas dari intervensi, sehingga mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen aparat dalam memberantas tindak pidana korupsi di Aceh Barat. ***