Krusial.com — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani mewarning sekitar 400 mahasiswa baru Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) agar tidak lengah terhadap perkembangan modus penyalahgunaan narkoba, termasuk yang menyasar cairan vape atau liquid.

Pesan tersebut disampaikan Dedy saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNIGHA Tahun 2026, Kamis (3/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedy tidak hanya membahas bahaya narkoba, tetapi juga mendorong mahasiswa memperkuat karakter, nasionalisme, serta wawasan kebangsaan sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Menurut Dedy, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga masa depan bangsa. Karena itu, kehidupan di perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus diiringi pembentukan integritas, kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Semangat perjuangan dan pengorbanan para pendahulu harus kita wariskan kepada generasi muda. Mahasiswa Aceh harus memiliki rasa nasionalisme yang kuat karena Aceh telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia,” kata Dedy.

Ia menilai semangat bela negara pada masa kini dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menaati aturan, berprestasi dan menjauhi narkoba.

Dedy kemudian mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati terhadap perkembangan modus penyalahgunaan narkotika. Salah satunya melalui cairan vape yang dapat disalahgunakan atau mengandung zat berbahaya.

Dalam pemaparannya, ia menyebut sejumlah zat yang perlu diwaspadai, di antaranya etomidate, methamphetamine atau sabu, cannabis dan ketamin.

“Jangan mudah percaya bahwa sesuatu yang berbentuk vape atau liquid pasti aman. Mahasiswa harus memiliki pengetahuan dan keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak membiarkan narkoba menghancurkan masa depan yang sedang dibangun melalui pendidikan tinggi.

Selain menjauhi narkoba, Dedy mengajak mahasiswa baru UNIGHA ikut berperan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), mulai dari lingkungan keluarga, pertemanan hingga kampus.

Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan membangun lingkungan pergaulan yang sehat, berani menolak narkoba serta menyebarkan informasi yang benar mengenai bahayanya.

Dedy juga mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Waktu luang, kata dia, sebaiknya diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif. Dengan kesungguhan, disiplin dan kerja keras, kalian pasti dapat menjadi manusia yang hebat dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Kegiatan PKKMB UNIGHA Tahun 2026 tersebut diikuti sekitar 400 mahasiswa baru. Materi yang disampaikan Kepala BNNP Aceh diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus sekaligus membentengi diri dari ancaman penyalahgunaan narkoba. ***