Krusial.com — Bitcoin (BTC) hanya butuh naik 1,26% dari harga US$109.166 menjadi US$110.542 untuk menghapus dana senilai US$3 miliar atau sekitar Rp50,21 triliun pada posisi shorts.
Data CoinGlass sempat mengungkapkan pasar crypto mencatat likuidasi besar yang menimpa 355.293 trader, dengan total nilai US$1,43 juta atau setara Rp23,75 triliun usai Bitcoin jatuh ke US$112.000, Selasa (23/09).
Likuidasi tersebut membuat situasi pasar semakin buruk, dengan kejatuhan Bitcoin ke level US$109.000 pada Jumat (26/09). Bahkan seorang trader dengan posisi long Bitcoin (BTC) terlikuidasi senilai US$10 juta setara Rp167 miliar saat BTC menyentuh harga US$109.337.
Bitcoin (BTC) saat ini berada di level US$109.500 setelah sempat turun ke level terendah dua minggu di US$108.865 pada Kamis (28/9/2025).
Data dari Hyblock menunjukkan adanya kluster likuidasi posisi long leverage di rentang US$111.000 hingga US$107.000, yang berisiko terserap jika tekanan jual berlanjut.
Aktivitas di pasar futures perpetual juga mendominasi pergerakan harga harian, dengan tekanan jual besar dari investor institusi (1.000 hingga 10 juta BTC) yang melebihi pembelian spot oleh investor ritel (100 hingga 1.000 BTC).
Namun, perkembangan positif muncul dari rasio bid-ask di orderbook spot yang mulai condong ke arah pembeli, terutama saat harga turun dari US$111.200 ke US$110.553.
Rasio ini terakhir terlihat berpihak pada pembeli antara 5–7 September, sebelum BTC naik dari US$107.500 ke puncaknya di US$118.200, menandakan potensi kembalinya tekanan beli di pasar spot.
Disclaimer: Konten ini bukan merupakan nasihat keuangan. Setiap orang diimbau melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi di pasar cryptocurrency.
Tinggalkan Balasan