Krusial.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyiapkan apel siaga untuk memperkuat mitigasi menghadapi potensi bencana sekaligus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir.
Apel yang dijadwalkan berlangsung Kamis (8/10/2026) itu akan melibatkan unsur Forkopimda, camat, keuchik, Kapolsek, Danramil, perusahaan, organisasi dan LSM kebencanaan hingga relawan.
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM mengatakan mitigasi menjadi salah satu fokus utama karena masyarakat perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana kembali terjadi, terutama ketika sudah ada peringatan dini dari BMKG.
“Melalui mitigasi bencana nantinya masyarakat akan mengetahui langkah – langkah yang akan dilakukan ketika terjadi bencana, apalagi sudah ada peringatan dari BMKG, mulai hujan dan air sungai pun sudah mulai naik sehingga mitigasi bencana penting,” kata Tarmizi.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi harus dipahami hingga tingkat masyarakat. Titik evakuasi dan ketersediaan logistik juga harus dipastikan sebelum bencana terjadi.
“Sehingga pada saat musibah datang masyarakat tidak panik dan sudah tau apa yang harus dilakukan, mulai dari jajaran Forkopimda sampai ke tingkat dusun dan sudah ada titik evakuasi warga dan stok logistik, jangan sampai seperti kemarin ada masyarakat yang lapar, itu tidak kita inginkan,” katanya.
Tarmizi menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Banjir di Posko Satgas PRR BPBD Aceh Barat, Selasa (6/10/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil SH, unsur Forkopimda serta sejumlah kepala SKPK terkait.
Tarmizi menegaskan, mitigasi diperlukan untuk meminimalkan dampak bencana dan mencegah jatuhnya korban jiwa. Kesiapan sebelum bencana dinilai menjadi bagian penting dari penanganan, terutama ketika kondisi cuaca dan debit sungai mulai meningkat. ***
Tinggalkan Balasan