Krusial.com — Konstruksi besi bekas conveyor batu bara yang masih berdiri di Pelabuhan Jetty Meulaboh, Ujong Karang, Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, menjadi persoalan. Pasalnya, conveyor itu dinilai berpotensi menimbulkan insiden yang tidak diinginkan terhadap warga.
Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani, mengatakan keberadaan konstruksi bekas yang sudah terlihat menua dan mengalami korosi itu perlu ditangani karena kawasan pelabuhan tersebut tidak hanya menjadi area pelabuhan, tetapi juga ramai digunakan pengunjung untuk beraktivitas dan bersantai.
“Konstruksi besi bekas fasilitas bongkar muat itu harus ditangani, dipindah ke lokasi yang lain dan pelabuhan dibersihkan. Karena area tersebut ramai didatangi warga, jika tidak dikhawatirkan akan terjadi insiden yang membahayakan keselamatan warga,” kata Hamdani, Kamis (1/10/2026).
Menurut Hamdani, kondisi conveyor yang mulai berkarat perlu segera diperiksa. Terlebih, aktivitas warga di kawasan Ujong Karang meningkat pada sore hingga malam hari.
Ia meminta pemerintah tidak membiarkan fasilitas yang sudah tidak digunakan itu tetap berdiri tanpa kepastian penanganan.
Pemerintah juga dinilai perlu memastikan kondisi konstruksi tersebut, termasuk menentukan apakah masih layak dipertahankan atau harus dibongkar.
“Pelabuhan ini sekarang menjadi lokasi keramaian masyarakat. Jadi, keamanan warga harus menjadi perhatian. Jangan sampai besi tua yang sudah tidak digunakan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Conveyor tersebut sebelumnya digunakan untuk mendukung aktivitas pemindahan batu bara dari darat ke tongkang yang bersandar di Jetty Meulaboh. Setelah tidak lagi digunakan, konstruksi besi itu masih berada di kawasan pelabuhan.
YARA meminta Pemerintah Aceh Barat segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memeriksa kondisi conveyor dan menentukan langkah penanganannya.
Hamdani berharap penertiban dilakukan sebelum muncul persoalan keselamatan di kawasan Jetty Meulaboh yang kini semakin ramai dikunjungi masyarakat. ***
Tinggalkan Balasan