Krusial.com — Selama lebih dari setahun, sawah warga Desa Blang Puuk dan Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, hanya bisa dipandang tanpa bisa digarap. Saluran irigasi rusak akibat banjir membuat lahan pertanian mereka kehilangan sumber air.

Kini, harapan itu perlahan kembali. Betapa tidak, warga bahu-membahu dan bergotong royong selama beberapa pekan memasang pipa untuk mengalirkan air dari sumber menuju persawahan. Ini menandakan warga berjuang membawa pulang harapan, tanpa menyerah.

Pipa dipasang melewati perbukitan dan tebing dengan mengandalkan tenaga serta swadaya masyarakat. Bagi warga, pekerjaan itu bukan sekadar membangun saluran air, tetapi upaya menghidupkan kembali sumber penghidupan mereka.

“Alhamdulillah, pemasangan pipa sudah selesai. Ini semua karena kekuatan dan kebersamaan masyarakat,” kata tokoh masyarakat Beutong Ateuh, Abu Kamil kepada Krusial, Jumat (25/9/2026).

Kerusakan irigasi sebelumnya membuat petani kehilangan kesempatan mengolah sawah hingga melewatkan dua musim panen. Sawah yang biasanya menjadi tempat warga menanam padi terpaksa dibiarkan kering.

Abu Kamil berharap setelah pipa terpasang, air segera sampai ke persawahan sehingga petani dapat kembali turun ke sawah.

“Harapan kami setelah pipa ini selesai, air bisa kembali mengalir ke sawah. Petani bisa turun lagi, mengolah tanah dan menanam padi,” ujarnya.

Bagi masyarakat Beutong Ateuh, air bukan hanya soal pertanian. Air berarti kesempatan untuk kembali menanam, memanen dan memenuhi kebutuhan keluarga dari hasil sawah sendiri.

Karena itu, selesainya pemasangan pipa belum dianggap sebagai akhir. Warga masih menunggu air benar-benar mengalir hingga ke lahan pertanian mereka.

“Ini pipa yang dipasang oleh tangan masyarakat sendiri. Mudah-mudahan air segera sampai ke sawah dan menjadi awal bagi petani untuk kembali menanam,” kata Abu Kamil.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada APEL Green Aceh dan Selamatkan Hutan Hujan yang telah mendukung masyarakat dalam upaya memulihkan pengairan sawah.

“Semoga apa yang sudah dilakukan bersama ini bisa membantu masyarakat dan membuat sawah kami kembali dialiri air,” ujarnya.

Bagi warga, ketika air akhirnya mengalir ke sawah, yang kembali bukan hanya irigasi. Ada harapan untuk kembali menanam, kembali panen dan mempertahankan kehidupan dari tanah yang selama ini menjadi tumpuan mereka. ***