Krusial.com — Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) mendesak Satreskrim Polres Aceh Jaya mengusut secara menyeluruh kecelakaan minibus yang membawa sekitar 2 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar hingga terbalik dan menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Aceh Jaya.
Ketua LANA, Teuku Laksamana, meminta polisi tidak hanya memeriksa pengemudi dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Menurut dia, penyidik perlu menelusuri asal-usul solar, tujuan pengangkutan, hingga pihak yang memiliki kendaraan tersebut.
“Jangan lemah dalam penindakan. Kalau memang ditemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, bongkar sampai ke pemiliknya. Jangan hanya berhenti di lapangan,” tegas Teuku Laksamana dalam keterangan tertulis kepada Krusial, Kamis (24/9/2026).
Ia mengatakan, dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Jika ditemukan unsur pidana, LANA meminta seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan hukum.
“Ini bukan sekadar soal kendaraan terbalik. Ada korban jiwa dan ada dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang harus dijawab secara terang. Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya jangan diam,” ujarnya.
LANA juga meminta penanganan kasus tersebut dilakukan secara transparan, termasuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pengangkutan solar apabila dalam penyelidikan ditemukan pelanggaran hukum.
Diketahui, kecelakaan tunggal tersebut sebelumnya terjadi di Jalan Lintas Meulaboh–Banda Aceh, tepatnya di Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, pada Rabu kemarin (23/9/2026). Kecelakaan itu melibatkan minibus Toyota Hiace bernomor polisi BL 7518 JH yang membawa dua orang penumpang mengangkut BBM solar bersubsidi. ***
Tinggalkan Balasan