Krusial.com — Suasana religius sekaligus penuh kepedulian sosial mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Aceh Selatan, Kamis (27/8/2026).

Tidak hanya diisi dengan ceramah agama, kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Ratusan siswa-siswi bersama para guru dan tamu undangan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat.

Peringatan Maulid Nabi tersebut menghadirkan Ustadz Farid Al Boyani, penceramah asal Jakarta. Hadir pula Pengawas Madrasah Jamaluddin, M.Pd., Camat Kluet Utara Alman Paluti, S.STP., M.Ec.Dev., Kepala KUA Kluet Utara, Kapolsek Kluet Utara, Danramil Kluet Utara, Kepala MAN 4 Aceh Selatan bersama dewan guru, alumni, wali siswa, para kepala sekolah, serta sejumlah undangan lainnya.

Pengawas Madrasah Jamaluddin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai peringatan Maulid Nabi di MAN 4 Aceh Selatan memiliki makna lebih luas karena menggabungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 4 Aceh Selatan ini menjadi bagian penting dari upaya kita membangkitkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Momentum ini sangat luar biasa, terlebih dengan hadirnya penceramah langsung dari Jakarta. Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat,” ujar Jamaluddin.

Pesan mengenai pembentukan karakter generasi muda juga disampaikan Camat Kluet Utara Alman Paluti. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terbentuknya pribadi yang berakhlak, santun, jujur, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian kepada lingkungan sosial.

Menurutnya, para pelajar yang sedang menempuh pendidikan di madrasah merupakan generasi yang akan meneruskan pembangunan dan kepemimpinan di Aceh Selatan. Karena itu, kemampuan intelektual perlu dibarengi dengan karakter dan nilai moral yang kuat.

Pada sesi tausiyah, Ustadz Farid Al Boyani mengajak jamaah, khususnya para siswa, menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid, menurut pesan yang disampaikan dalam tausiyah, seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki perilaku, memperkuat hubungan antarsesama, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Salah satu penekanan utamanya adalah pentingnya menerapkan sifat Rasulullah SAW, seperti siddiq atau kejujuran dan amanah atau dapat dipercaya, serta menumbuhkan kasih sayang terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Selain itu, Ustadz Farid menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat. Kebersamaan dan hubungan yang harmonis dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang baik.

Pesan berikutnya berkaitan dengan solidaritas sosial. Para peserta diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan. Kepedulian itu juga diarahkan kepada masyarakat Palestina sebagai bentuk perhatian terhadap persoalan kemanusiaan yang mereka hadapi.

Rangkaian acara kemudian berlangsung semakin meriah melalui penampilan seni Islami yang dibawakan siswa-siswi MAN 4 Aceh Selatan. Tari Ratoh Jaroe dan lantunan nasyid menjadi bagian dari persembahan dalam kegiatan tersebut.

Dengan perpaduan antara penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, seni budaya Islami, dan kepedulian kemanusiaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di MAN 4 Aceh Selatan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Momentum tersebut menjadi sarana bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat keteladanan terhadap Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.***