Krusial.com — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani mengingatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh agar mewaspadai perkembangan modus penyalahgunaan narkotika, termasuk penggunaan zat berbahaya dalam liquid vape.

Pesan itu disampaikan Dedy saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Ar-Raniry, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Wawasan Kebangsaan dan Ancaman Narkoba.”

Dedy mengatakan ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya berupa perang konvensional atau konflik bersenjata. Ancaman nonmiliter juga dapat muncul melalui berbagai cara, termasuk penyalahgunaan narkotika yang menyasar generasi muda.

Menurutnya, narkoba dapat menjadi salah satu instrumen yang melemahkan kualitas generasi bangsa. Karena itu, mahasiswa diminta memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.

“Proxy war tidak selalu hadir dalam bentuk perang secara langsung. Upaya melemahkan suatu bangsa dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan merusak kualitas dan masa depan generasi mudanya dengan penyalahgunaan narkoba,” kata Dedy.

Waspadai Modus Baru Liquid Vape

Dedy juga mengingatkan mahasiswa mengenai perubahan bentuk dan modus peredaran narkotika. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengenal narkotika dalam bentuk kristal atau tablet, kini muncul penyalahgunaan zat dalam bentuk cair yang digunakan melalui perangkat vape atau rokok elektronik.

Salah satu zat yang menjadi perhatian adalah etomidate, yang disebut ditemukan dalam sejumlah produk atau cairan vape dan disalahgunakan.

“Modusnya terus berubah. Kalau dahulu kita lebih banyak mengenal narkotika dalam bentuk padat, sekarang kita menghadapi perkembangan penyalahgunaan dalam bentuk cair yang dapat dimasukkan ke dalam perangkat vape,” ujar Dedy.

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu dengan bentuk maupun kemasan produk. Etomidate secara medis merupakan obat anestesi yang penggunaannya harus berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Namun, penyalahgunaan etomidate melalui liquid vape dengan dosis dan kandungan yang tidak jelas dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan, termasuk gangguan kesadaran, pernapasan, fungsi jantung hingga gangguan hormonal.

Dedy meminta mahasiswa tidak sembarangan menerima, mencoba maupun mengedarkan liquid atau produk vape yang tidak jelas kandungannya.

Mahasiswa Diminta Jadi Benteng Generasi Bangsa

Selain narkoba, Dedy menyebut generasi muda juga menghadapi berbagai tantangan lain, seperti judi online, penyebaran hoaks, kejahatan siber, radikalisme, paham ekstrem hingga degradasi moral.

Karena itu, mahasiswa baru UIN Ar-Raniry diminta membangun pergaulan yang sehat, kritis dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi serta berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

BNNP Aceh berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga wawasan kebangsaan, karakter, integritas dan daya tangkal yang kuat dalam menghadapi berbagai ancaman nonmiliter. ***