Krusial.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muchsin, S.Pd.I., M.Pd.I., menjadi pemateri dalam pengajian bulanan Pengurus Wilayah (PW) Al-Washliyah Aceh yang digelar di Bale Al-Washliyah Lamdingin, Banda Aceh, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para ulama, pengurus, serta jamaah Al-Washliyah dari berbagai wilayah di Aceh. Pengajian rutin itu menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan ulama dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Muchsin menyampaikan apresiasi kepada PW Al-Washliyah Aceh yang dinilai konsisten menjaga tradisi pengajian bulanan secara istiqamah.

Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarelemen umat sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PW Al-Washliyah Aceh yang terus istiqamah menyelenggarakan pengajian bulanan ini. Forum semacam ini memiliki peran strategis dalam menjaga kebersamaan, mempererat hubungan di antara sesama ulama, serta memperkuat fondasi keagamaan masyarakat Aceh,” ujar Muchsin.

Al-Washliyah Dinilai Berperan dalam Pembinaan Umat

Muchsin menilai organisasi keagamaan seperti Al-Washliyah memiliki posisi penting dalam mendukung terciptanya kehidupan keagamaan yang kondusif di Aceh.

Ia mengatakan, forum pengajian tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga dapat menjadi ruang membangun komunikasi dan kebersamaan di antara ulama serta masyarakat.

“Kami melihat PW Al-Washliyah Aceh sebagai bagian dari pilar penting yang turut memberikan kontribusi positif bagi pembinaan umat dan pengembangan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Semoga pengajian bulanan ini senantiasa membawa keberkahan dan manfaat bagi kita semua,” tegasnya.

Menurut Muchsin, semangat ukhuwah dan kebersamaan perlu terus dirawat di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Karena itu, ia berharap kegiatan pengajian rutin tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai ruang pembinaan umat sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Aceh.

Rawat Persatuan, Perkuat Nilai Keislaman

Muchsin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan demi mendukung kemajuan Aceh.

Menurutnya, nilai-nilai keislaman yang selama ini menjadi bagian dari identitas Aceh perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sosial melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan membangun kemaslahatan bersama.

Ia berharap Aceh sebagai Serambi Mekah dapat terus menjadi contoh dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat serta mempertahankan tradisi keilmuan dan nilai-nilai Islam.

Kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan dan kemajuan Aceh serta seluruh umat Islam di Indonesia.***