Krusial.com – Ada yang unik dalam kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.
Sebanyak 21 gampong ambil bagian dalam lomba “Kupas dan Kukur Kelapa Jaman Belanda” yang digelar di kawasan Terminal Kotafajar, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Lomba tersebut sontak menyedot perhatian warga. Bukan hanya karena cara yang digunakan masih mengandalkan peralatan dan teknik tradisional, tetapi juga karena peserta dituntut menunjukkan kecepatan, kekompakan, dan kerja sama.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Sorak-sorai penonton pecah setiap kali peserta berusaha menyelesaikan tantangan dengan waktu tercepat.
Dari 21 pasangan perwakilan gampong yang bertanding, Gampong Pulo Kambing berhasil keluar sebagai juara pertama.
Pasangan yang tampil mewakili Pulo Kambing bahkan memiliki daya tarik tersendiri. Keuchik Gampong Pulo Kambing, Sudirman GP, bersama istrinya turun langsung sebagai peserta.
Keduanya tampil kompak dan gesit hingga berhasil mengungguli peserta dari 20 gampong lainnya.
Keberhasilan tersebut disambut meriah warga Pulo Kambing yang hadir menyaksikan perlombaan. Kekompakan pasangan keuchik dan istri itu menjadi salah satu momen yang paling mendapat perhatian dalam lomba.
Kecepatan, kerja sama, dan ketepatan mereka dalam menyelesaikan setiap tahapan dinilai menjadi faktor yang mengantarkan Pulo Kambing meraih posisi teratas.
Tradisi Lama, Semangat Kemerdekaan
Di balik keseruannya, lomba tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangkaian perayaan HUT RI.
Penggunaan teknik tradisional dalam mengupas dan mengukur kelapa menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali permainan dan aktivitas masyarakat masa lalu dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Tawa dan sorakan penonton pun terus terdengar sepanjang perlombaan. Warga memberikan dukungan kepada peserta dari gampong masing-masing, menciptakan suasana persaingan yang tetap penuh keakraban.
Acara dipandu Moderator Korlap Ibu Yusmanijar, yang turut menghidupkan suasana melalui candaan dan berbagai komentar selama perlombaan berlangsung.
Sejumlah saksi turut memastikan jalannya perlombaan, yakni Sekdes Syukri, M. Arhas, Badri, Musdi dan Aji. Sementara pengamanan tali pembatas penonton dilakukan Amad.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak perlombaan dimulai hingga pengumuman pemenang. Tepuk tangan, sorakan dan yel-yel dukungan menggema di lokasi kegiatan.
Bagi masyarakat, lomba tersebut menjadi salah satu cara sederhana untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antargampong.
Lebih dari sekadar perlombaan, “Kupas dan Kukur Kelapa Jaman Belanda” menjadi ruang bagi masyarakat untuk bernostalgia, memperkenalkan tradisi kepada generasi muda, serta menjaga semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat gampong.
Kemeriahan itu sekaligus memperlihatkan bahwa perayaan HUT ke-81 RI di Kluet Utara tidak hanya diisi dengan upacara dan kegiatan formal, tetapi juga menghadirkan permainan rakyat yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh tawa dan kebersamaan.
Pulo Kambing boleh membawa pulang gelar juara. Namun sore itu, seluruh peserta dan warga Kluet Utara sama-sama membawa pulang sesuatu yang lebih penting: kebersamaan, kegembiraan, dan kenangan tentang tradisi yang mulai jarang ditemui.***
Tinggalkan Balasan