Krusial.com — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Barat mulai mendorong pola pembinaan Paskibraka yang tidak berhenti setelah mereka tunaikan tugas pada upacara kemerdekaan. Para anggota Paskibraka didorong untuk terus mendapat ruang pengembangan karakter, kedisiplinan dan kemampuan kepemimpinan sebagai bekal kontribusi bagi daerah.

Upaya tersebut terlihat dari proses pembinaan yang diberikan kepada 68 anggota Paskibraka Aceh Barat sejak tahapan seleksi, pelatihan hingga pemusatan pendidikan atau karantina menjelang pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Rangkaian pembinaan itu menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan fisik, mental dan kedisiplinan mereka sebelum menjalankan tugas.

Kepala Kesbangpol Aceh Barat, Dody Bima Saputra, mengatakan proses pembinaan dilakukan secara serius karena anggota Paskibraka merupakan putra-putri terbaik daerah yang nantinya diharapkan tidak hanya sukses menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi generasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Puluhan calon Paskibraka tersebut merupakan putra dan putri terbaik Aceh Barat yang terpilih melalui proses seleksi yang ketat dari sejumlah peserta. 68 anggota Paskibraka yang disiplin ini telah berjasa besar bagi daerah dalam memperingati HUT RI ke-81,” kata Dody usai upacara di Lapangan Teuku Umar Meulaboh, Senin (17/8/2026).

Dody menyampaikan keberhasilan para anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan baik merupakan hasil dari proses latihan yang disiplin serta dukungan para pembina dan pelatih dari unsur TNI dan Polri. Karena itu, kualitas pembinaan dinilai perlu terus diperkuat agar Paskibraka memiliki bekal yang lebih luas, tidak hanya dalam kemampuan baris-berbaris.

Dody juga mengungkapkan rencana Pemkab Aceh Barat membentuk wadah yang dapat menaungi para purna Paskibraka. Wadah tersebut dibentuk untuk menjaga kekompakan sekaligus menjadi sarana bagi mereka untuk tetap aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan wadah Purna Paskibraka Indonesia (PPI) di Aceh Barat nantinya dapat menjadi bagian dari penguatan pembinaan generasi muda. Ia menyebut saat ini baru dua kabupaten di Aceh yang telah memiliki wadah tersebut dan Aceh Barat ditargetkan menjadi daerah selanjutnya.

“Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang sudah mendukung dan menyemangati anggota Paskibraka. Dengan semangat itu, para anggota Paskibraka berdiri tegak hingga bendera merah putih berada dipuncak tiang,” ujarnya.

Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, Kesbangpol Aceh Barat berharap para anggota Paskibraka tidak hanya dikenang karena keberhasilan mengibarkan bendera, tetapi juga mampu tumbuh menjadi pemuda yang disiplin, berkarakter dan aktif mengambil peran dalam kemajuan daerah. ***