Krusial.com — RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh terus memperkuat layanan kesehatan. Salah satu yang intens dipersiapan yaitu layanan kateterisasi jantung menjadi target pengurangan ketergantungan pasien Aceh Barat terhadap rujukan ke Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD CND Meulaboh, dr. Akbar Siregar, dalam seminar ilmiah Comprehensive Acute Cardiac Care Management di Aula RSUD CND, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Akbar, layanan kateterisasi jantung menjadi salah satu fasilitas yang tengah dipersiapkan rumah sakit. Layanan tersebut diharapkan dapat menangani pasien dengan penyakit jantung yang selama ini harus dirujuk ke Banda Aceh, terutama pasien yang membutuhkan tindakan pemasangan ring jantung.

“Layanan kateterisasi jantung ini salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi angka kematian pasien-pasien jantung yang selama ini kita rawat ke Banda Aceh. Jadi pasien rujukan ke sana itu cenderung adalah pasien untuk pemasangan ring jantung, alhamdulillah mudah-mudahan di tempat kita ini akan sudah bisa kita lakukan,” kata Akbar.

Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengembangan fasilitas RSUD CND. Setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, rumah sakit dijadwalkan meresmikan sejumlah fasilitas baru, mulai dari unit layanan jantung, unit gawat darurat (UGD), ambulans, ruang Intensive Cardiac Vascular Care Unit (ICVCU), hingga ruang rawat bersama.

“Bersama dengan itu juga kita lakukan operasi bibir sumbing kemudian besok kita akan melihat sekalian meninjau ruang kateterisasi jantung dan insyaallah selesai upacara 17 Agustus kita akan meresmikan unit layanan jantung, UGD, Ambulance, ruang ICVCU dan ruang rawat bersama,” ujarnya.

Akbar menjelaskan, layanan kateterisasi jantung sebenarnya merupakan bagian dari rencana pengembangan yang telah disiapkan sebelumnya, namun belum terealisasi. Kini, fasilitas tersebut kembali didorong agar dapat segera dimanfaatkan untuk masyarakat.

“Layanan kateterisasi jantung ini salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi angka kematian pasien-pasien jantung yang selama ini kita rawat ke Banda Aceh,” katanya.

Tingkatkan kemampuan tenaga medis

Pengembangan fasilitas tersebut dibarengi dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Seminar Comprehensive Acute Cardiac Care Management digelar untuk memperkuat pemahaman tenaga medis dalam menangani kondisi kegawatdaruratan jantung.

Sebanyak enam peserta mengikuti seminar ilmiah tersebut. Mereka merupakan dokter yang berasal dari rumah sakit dan puskesmas di wilayah setempat.

Bupati Aceh Barat yang diwakili Plt Sekda Aceh Barat, Dr Kurdi, saat membuka seminar mengatakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalan beriringan antara pembangunan fasilitas dan penguatan sumber daya manusia.

“Kegiatan ini tentunya merupakan langkah yang sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, terpadu dan komprehensif pada pasien dengan kondisi kegawatdaruratan jantung,” kata Kurdi.

Menurutnya, penanganan kasus kegawatdaruratan jantung tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas. Kecepatan waktu, ketepatan diagnosis, keputusan klinis dan koordinasi antarprofesi menjadi bagian penting yang dapat menentukan keselamatan pasien.

Karena itu, ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan wawasan medis, tetapi diterjemahkan ke dalam penguatan sistem pelayanan di RSUD CND, termasuk sistem rujukan, komunikasi antarunit dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan.

“Kita juga berharap agar layanan dan progressing menjadi bahan diskusi bersama, meskipun di sisi yang lain baik itu SDM maupun sarana perlu di upgrading terutama di RSUD CND kita,” ujar Kurdi.

Kurdi mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan terus mendukung pengembangan pelayanan kesehatan. Ia menyebut sejumlah fasilitas RSUD CND juga akan diresmikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Usai membuka seminar, Kurdi bersama Direktur dan jajaran manajemen RSUD CND turut menjenguk sejumlah pasien yang akan menjalani operasi bibir sumbing. ***