Krusial.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh I, H. Muslim Ayub, SH, kembali memfasilitasi pemulangan jenazah seorang warga Aceh yang meninggal dunia di Malaysia agar dapat dimakamkan di kampung halamannya.

Jenazah atas nama Yulinar (50) dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu (27/6/2026) melalui jalur udara menggunakan penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Medan. Setelah tiba di Indonesia, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Kota Subulussalam untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Proses pemulangan berlangsung melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta Atase Imigrasi Republik Indonesia di Malaysia. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses administrasi dan kepulangan jenazah berjalan lancar.

Muslim Ayub mengatakan, membantu pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal dunia di luar negeri merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan sekaligus bentuk kepedulian kepada masyarakat.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar warga Aceh yang meninggal dunia di perantauan dapat dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ujar Muslim Ayub.

Ia menjelaskan, komunikasi dengan berbagai pihak telah dilakukan sejak menerima informasi meninggalnya almarhumah hingga proses pemulangan selesai dan jenazah tiba di Indonesia.

Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan dalam memfasilitasi seluruh proses kepulangan jenazah dari Malaysia hingga ke Aceh.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak H. Muslim Ayub yang telah membantu dan memfasilitasi pemulangan jenazah keluarga kami dari Malaysia hingga tiba di Subulussalam. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah suasana duka,” ujar perwakilan keluarga.

Selama ini, Muslim Ayub dikenal aktif membantu masyarakat Aceh yang menghadapi berbagai persoalan di luar negeri, termasuk memfasilitasi pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal dunia di perantauan. Upaya tersebut disebut sebagai bagian dari komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi kemanusiaan.***