Krusial.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan menggelar Pelatihan Guru Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Catherine Tapaktuan pada 22 hingga 25 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 guru SD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan.
Pelatihan ini merupakan program berkelanjutan yang telah dimulai sejak tahun 2025. Jika pada tahun sebelumnya peserta berasal dari guru wali kelas 1 dan 2, maka tahun ini pelatihan difokuskan kepada guru wali kelas 3 dan 4.
Kegiatan tersebut mengusung tema penerapan Deep Learning atau pembelajaran mendalam yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional di bidang pendidikan. Pendekatan ini menekankan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi peserta didik.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Fitria Sastri, SE, M.Si, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah.
Menurutnya, guru harus terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta perubahan kebutuhan peserta didik di era modern.
“Guru tidak boleh berhenti belajar. Perkembangan teknologi dan perubahan zaman menuntut pendidik untuk lebih adaptif dalam menyampaikan materi pembelajaran. Guru tidak hanya berperan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga lebih mudah dipahami dan membekas,” ujar Fitria.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber pendidikan, yakni Ida Elva, S.Pd., M.Pd. dan Elliza, S.Pd., M.Pd. Keduanya membekali peserta dengan berbagai strategi, metode, dan praktik pembelajaran mendalam yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep Deep Learning, penguatan pembelajaran berbasis pengalaman, serta teknik menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa.
Fitria berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan ke dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan juga berencana melakukan tindak lanjut melalui pemantauan dan evaluasi guna memastikan penerapan metode pembelajaran tersebut berjalan secara optimal.
“Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir guru dalam proses pembelajaran sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di Aceh Selatan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan berharap kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar semakin meningkat serta mampu mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***

Tinggalkan Balasan