Krusial.com — Ratusan petani di wilayah Kluet Raya, Kabupaten Aceh Selatan, terancam gagal tanam akibat tidak normalnya distribusi air dari jaringan irigasi free intake Gunung Pudung. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memicu gagal tanam hingga 90 persen pada musim tanam tahun ini.

Persoalan infrastruktur irigasi Gunung Pudung yang belum diperbaiki secara menyeluruh disebut menjadi penyebab utama terganggunya pasokan air ke lahan pertanian warga. Masalah tersebut dinilai terus berulang setiap musim tanam tanpa solusi konkret dari pihak terkait.

Kekecewaan petani memuncak setelah sejumlah perwakilan warga mendatangi Kantor Pengairan Ranting Kluet di Desa Simpang Empat, Kecamatan Kluet Utara, Kamis (28/5/2026). Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan dan tanggung jawab atas macetnya distribusi air ke sawah-sawah petani.

“Kami sudah putus asa dan kewalahan, karena keluhan yang kami sampaikan dari tahun ke tahun hanya itu-itu saja. Sampai saat ini, sama sekali tidak ada perhatian serius dari Pemerintah Aceh. Apakah kami sebagai petani di Aceh Selatan, khususnya Kluet Raya, sudah tidak dianggap lagi?” ujar salah seorang petani dengan nada kecewa.

Para petani menilai persoalan irigasi ini sangat berdampak terhadap keberlangsungan sektor pertanian di Kluet Raya. Mereka menyebut air merupakan kebutuhan utama dalam proses tanam padi, sehingga kerusakan atau tidak normalnya sistem pengairan dapat mengancam mata pencaharian masyarakat.

Kondisi tersebut juga dinilai berpotensi menghambat program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga memiliki program BASAGA atau Bajak Sawah Gratis. Namun, petani pesimistis program tersebut berjalan optimal apabila sistem pengairan belum dibenahi.

“Program BASAGA terancam gagal total di wilayah kami. Bagaimana mau bajak sawah dengan optimal jika sistem pengairan di free intake Gunung Pudung tidak normal? Air adalah urat nadi sawah,” ujar warga lainnya.

Selain persoalan irigasi, warga juga menyoroti informasi mengenai gaji pekerja dan petugas pengairan di lapangan yang disebut belum dibayarkan. Kondisi tersebut dinilai memperburuk pelayanan pengairan bagi petani.

Para petani mendesak Dinas Pengairan Provinsi Aceh segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang terjadi. Mereka meminta pemerintah tidak memandang sebelah mata persoalan tersebut, mengingat ribuan warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Masyarakat berharap normalisasi dan perbaikan menyeluruh terhadap irigasi Gunung Pudung segera dilakukan sebelum musim tanam benar-benar gagal. Langkah cepat pemerintah dinilai sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan lahan pertanian dan mata pencaharian warga Kluet Raya.***