Krusial.com — Tim Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Selatan bergerak cepat menindaklanjuti penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang ditemukan terapung di pinggir tanggul Kompleks PPI Keude Meukek, Gampong Keude Meukek, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.05 WIB.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan petugas kesehatan.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Meukek bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Selatan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Yulidin Away Tapaktuan untuk dilakukan pemeriksaan luar serta proses identifikasi lebih lanjut oleh petugas.
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Selatan kemudian melakukan pengecekan identitas menggunakan alat Hand Held IPS. Namun, hasil identifikasi awal belum menunjukkan data yang akurat karena kandidat identitas terus berubah dan skor pencocokan rendah.
Meski demikian, petugas terus melakukan pendalaman dengan memeriksa ciri-ciri fisik korban secara detail bersama dokter piket IGD RSUD Yulidin Away Tapaktuan.
Sekitar pukul 21.30 WIB, petugas memperoleh informasi dari warga yang mengenali korban sebagai pekerja tambang tradisional di kawasan Gampong Panton Luas, Kecamatan Sawang.
Berdasarkan pemeriksaan ciri-ciri primer seperti tinggi badan, bentuk gigi depan, serta rambut korban, Tim Identifikasi akhirnya berhasil memastikan identitas jenazah.
Korban diketahui bernama Mawardi bin Abdurrahman (43), warga Dusun Tengah, Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, yang berdomisili di Gampong Panton Luas, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan.
Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu Narsyah Agustian, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat dan profesionalisme Tim Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Selatan dalam mengungkap identitas korban.
“Personel kami bergerak cepat sejak menerima laporan masyarakat dengan melakukan olah TKP, pemeriksaan identitas serta koordinasi bersama pihak medis dan masyarakat hingga identitas korban berhasil diketahui. Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ini jenazah masih disemayamkan di RSUD Yulidin Away Tapaktuan sambil menunggu dijemput pihak keluarga untuk selanjutnya dikebumikan,” ujarnya.***
Tinggalkan Balasan