Krusial.com — Mandek dan mengambangnya proses hak interpelasi di DPRK Aceh Singkil menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Minimnya penjelasan resmi dari DPRK dinilai memunculkan kegelisahan publik hingga mosi tidak percaya terhadap lembaga legislatif tersebut.
Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Alfa Salam, mempertanyakan keseriusan DPRK Aceh Singkil dalam menuntaskan hak interpelasi yang sebelumnya digaungkan sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Menurut Alfa Salam, DPRK Aceh Singkil dinilai tidak transparan dan tidak serius menjalankan fungsi pengawasan.
Ia menilai hak interpelasi yang seharusnya menjadi alat kontrol terhadap kebijakan pemerintah justru terkesan dibiarkan menggantung tanpa kepastian.
Dalam pernyataannya, Alfa Salam turut mempertanyakan sikap Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun, beserta seluruh anggota DPRK yang hingga kini belum memberikan penjelasan terkait kelanjutan hak interpelasi tersebut.
Melalui pernyataan terbuka kepada publik, ia meminta DPRK Aceh Singkil segera memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan hak interpelasi agar tidak menimbulkan spekulasi liar dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
“Jika hak interpelasi hanya dijadikan komoditas politik tanpa keberanian untuk menuntaskannya, maka publik patut mempertanyakan integritas DPRK Aceh Singkil,” tegas Alfa Salam.
Ia menambahkan, masyarakat berhak mendapatkan kejelasan dan transparansi, bukan sekadar wacana politik tanpa penyelesaian nyata.
Saat ini, publik disebut masih menunggu sikap tegas DPRK Aceh Singkil, khususnya pimpinan dewan, untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait nasib hak interpelasi yang hingga kini belum memiliki kepastian.***
Tinggalkan Balasan