Krusial.com — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh kembali menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) tingkat provinsi tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pengembangan Kawasan SDA dan TTG DPMG Aceh, Wardana, di sela rapat koordinasi teknis penyelenggaraan TTG di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya akibat refocusing anggaran untuk efisiensi.
“Biasanya terdapat lomba inovasi TTG, TTG unggulan, Posyantek, dan gelar (expo) TTG. Namun tahun ini hanya dua kategori yang dilombakan, yakni inovasi TTG dan Posyantek,” ujarnya.
Secara teknis, Kasi Pemanfaatan SDA dan Pengembangan TTG DPMG Aceh, Faisal, menyebutkan bahwa pihaknya saat ini sedang menerima peserta dari DPMG kabupaten/kota di seluruh Aceh.
Ia memperkirakan jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan, mengingat beberapa daerah masih terdampak bencana hidrometeorologis dalam beberapa bulan terakhir.
“Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat kami karena lomba ini sangat penting dalam mendorong masyarakat yang inovatif dan kreatif di bidang teknologi,” kata Faisal.
Dalam proses penjurian, DPMG Aceh melibatkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi ternama, yakni Universitas Syiah Kuala, Universitas Teuku Umar, dan Universitas Abulyatama.
Beberapa akademisi yang terlibat antara lain Dr. Ir. Zulfadli, S.T., M.T., IPM., dan Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc dari Universitas Syiah Kuala, Dr. Saiful Badli, S.E., M.Si dari Universitas Teuku Umar, serta Muhtadin, S.T., M.T dari Universitas Abulyatama.
Adapun tahapan penjurian Lomba TTG tingkat Provinsi Aceh 2026 meliputi:
- Pleno administrasi: 5 Mei 2026
- Klarifikasi lapangan: 23–28 Mei 2026
- Pleno klarifikasi lapangan: 25 Mei 2026
- Presentasi: 2 Juni 2026
- Pleno penetapan pemenang: 3 Juni 2026
- SK penetapan pemenang: 12 Juni 2026
- Penganugerahan: 18 Juni 2026
Sementara itu, Kepala DPMG Aceh, Iskandar, berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulus bagi peningkatan inovasi teknologi di pedesaan.
Ia menegaskan bahwa pengembangan teknologi tepat guna diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah gampong.
“Melalui lomba ini, kami berharap lahir inovasi-inovasi yang bermanfaat dan aplikatif bagi masyarakat, sehingga mampu mendorong kemajuan pembangunan dan kesejahteraan di Aceh,” pungkasnya.***
Tinggalkan Balasan