Krusial.com — Sebanyak 152 keuchik terpilih hasil Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) serentak tahun 2025 resmi dilantik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan dalam prosesi khidmat yang digelar pada Kamis (12/3/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menandai dimulainya masa pengabdian para kepala gampong definitif yang telah melewati proses demokrasi di tingkat desa.

Suasana pelantikan berlangsung penuh khidmat. Ratusan keuchik dari berbagai kecamatan berdiri berjejer mengucapkan sumpah jabatan sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab baru untuk memimpin gampong masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Mirwan mengingatkan bahwa jabatan keuchik merupakan amanah besar yang menuntut integritas, kebijaksanaan, serta kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Memimpin gampong bukan hanya soal menjalankan administrasi, tetapi bagaimana membangun kepercayaan publik, menjaga persatuan, dan mendorong pembangunan gampong yang berkelanjutan,” ujar Mirwan.

Menurutnya, pelaksanaan Pilchiksung serentak tahun 2025 telah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan hingga akhirnya para keuchik terpilih dapat dilantik secara resmi.

Bupati juga menegaskan, kepemimpinan desa harus dijalankan dengan prinsip kejujuran dan keadilan, serta menjauhkan diri dari perilaku yang bertentangan dengan hukum maupun aturan pemerintahan gampong.

Selain itu, Mirwan menekankan pentingnya sinergi antara keuchik, Tuha Peut, perangkat gampong, dan masyarakat agar program pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Bangun kerja sama yang baik dengan seluruh unsur pemerintahan gampong. Dengan kolaborasi yang kuat, program pembangunan akan lebih mudah dijalankan dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat,” katanya.

Bagi Pemkab Aceh Selatan, pelantikan serentak ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi pemerintahan desa pasca-Pilchiksung tahun lalu.

Bupati Mirwan berharap para keuchik yang baru dilantik mampu menghadirkan perubahan positif di gampong masing-masing, mulai dari memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat pembangunan, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Gampong adalah fondasi pembangunan daerah. Jika gampong kuat, maka Aceh Selatan juga akan berdiri kokoh,” tutupnya.***