Krusial.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian meluas di Kabupaten Aceh Barat. Sebelumnya kebakaran lahan gambut terjadi pada 15 Januari 2026 di dua kecamatan, kini sudah memicu kebakaran di lahan yang berada pada lima kecamatan lainnya di daerah itu.
Berdasarkan update data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, awalnya Karhutla terjadi di Desa Lapang, Suak Raya, Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, dan Desa Aron Baroh, Kecamatan Woyla pada 15-24 Januari 2026.
“Catatan keseluruhan Karhutla di tujuh kecamatan, totalnya ada 50,2 hektare lahan. Awalnya kami menerima laporan Karhutla itu terjadi di Johan Pahlawan, beberapa hari kemudian terjadi di Woyla,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T Ronal Nehdiansyah, Rabu (28/1/2026).
Ronal menyebut beberapa desa di lima kecamatan lain dilanda Karhutla, yakni Desa Blang Luah LM, Napai, Kecamatan Woyla Barat. Kemudian Desa Alue Penyareng, Ujong Tanoh Darat, Ranto Panyang, Kecamatan Meureubo.
Selanjutnya di Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Pante Ceureumen, Desa Pelanteu, Kecamatan Bubon, dan Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI. Tim gabungan di seluruh titik Karhutla hingga kini terus berupaya melakukan proses pemadaman api.
Meski demikian, kata Ronal, dari 50,2 hektare lahan terbakar, sekitar 23,4 hektare lahan telah berhasil ditangani, sementara sisanya masih dalam proses pengendalian. Adapun Karhutla terjadi di beberapa desa dalam 7 kecamatan mengalami kebakaran dengan luasan bervariasi.
Dalam penanganan, jelas Ronal, terdapat beberapa kendala utama dihadapi tim di lapangan, meliputi angin kencang dan keterbatasan sumber air, sehingga memperlambat proses pemadaman di beberapa titik.
Akibat kebakaran tersebut, vegetasi tanaman rusak dan asap cukup tebal menyelimuti sejumlah permukiman. Bahkan SD Suak Raya terpaksa diliburkan karena gangguan asap yang mengganggu pernapasan.
“Sejak 15 Januari hingga 28 Januari 2026, upaya pemadaman dan penyekatan api terus dilakukan dengan melibatkan tim damkar kecamatan, TNI-Polri, Manggala Agni, KPH Wilayah IV Aceh, DLHK Provinsi Aceh, serta partisipasi masyarakat. Untuk penyebabnya masih dalam penanganan kepolisian,” ujar Ronal.
BPBD Aceh Barat memastikan upaya pemadaman dan pengendalian akan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman. ***
Tinggalkan Balasan