Krusial.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kecamatan Johan Pahlawan, tepatnya di Desa Lapang dan Desa Suak Raya. Hingga Rabu (21/1/2026) pukul 17.30 WIB, upaya penanganan masih difokuskan pada pengendalian api agar tidak meluas ke kawasan permukiman.
“Peristiwa karhutla pertama kali dilaporkan masyarakat pada 15 Januari 2026, sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu, api terpantau muncul di dua titik di kawasan Jalan Ujong Beurasok, Desa Lapang,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Rabu (21/1/2025).
Sejak laporan diterima, BPBD bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat melakukan pemantauan serta penanganan bertahap. Upaya pemadaman dilakukan secara berkelanjutan sejak 16 Januari hingga kini, dengan fokus memutus penjalaran api di Desa Suak Raya dan Ujong Beurasok menggunakan mesin pemadam dan peralatan lapangan.
BPBD mencatat kebakaran telah berdampak pada kerusakan vegetasi serta menimbulkan asap yang mengganggu pernapasan warga. Bahkan, satu sekolah dasar di Desa Suak Raya terpaksa diliburkan sebagai langkah antisipasi dampak asap, bersamaan dengan pembagian masker kepada masyarakat dan pelajar.
Berdasarkan data, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare, dengan rincian 7 hektare di Gampong Suak Raya dan 3 hektare di kawasan Ujong Beurasok.
“Hingga Rabu sore, sekitar 1 hektare lahan di Desa Lapang dan 3 hektare di Suak Raya berhasil ditangani,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, BPBD mengerahkan berbagai sarana prasarana, termasuk drone pemantau, kendaraan operasional, mesin air, serta ATV. BPBD Aceh Barat juga memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga api sepenuhnya padam dan situasi dinyatakan aman. ***
Tinggalkan Balasan