Krusial.com — Warga Desa Keudee Trumon, Kecamatan Trumon, Khairunas, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap sejumlah pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang dan cenderung menyudutkan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS. Ia menilai, narasi yang dibangun justru terkesan menutupi persoalan besar yang selama ini membebani daerah.
“Ini seperti membuka lubang kecil untuk menutupi lubang besar,” ujar Khairunas, Sabtu(03/01/2026).
Menurutnya, persoalan mendasar Aceh Selatan adalah defisit anggaran yang luar biasa, tata kelola perizinan yang amburadul, serta berbagai kebijakan masa lalu yang telah menimbulkan kerugian besar bagi daerah dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti kejanggalan dalam pemberitaan yang menghadirkan narasumber yang dinilai tidak memahami kondisi riil Aceh Selatan. “Aneh, narasumber yang dihadirkan itu orang-orang yang tidak tahu menahu kondisi Aceh Selatan. Mereka hanya mencari panggung,” tegasnya.
Khairunas menekankan bahwa masyarakat Trumon, khususnya warga yang merasakan langsung dampak kebijakan pemerintah, justru berada dalam kondisi aman dan memahami situasi sebenarnya. Bahkan, kata dia, masyarakat melihat langsung kehadiran Bupati H. Mirwan MS di tengah warga saat musibah banjir melanda.
“Kami yang kebanjiran, mereka yang kedinginan. Ini lucu tapi menyedihkan,” ungkapnya dengan nada getir.
Kami sebagai warga menyampaikan dukungan moral agar Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, tidak gentar menghadapi berbagai tekanan dan tetap konsisten melanjutkan upaya-upaya perubahan. Kami menilai langkah-langkah pembenahan yang dilakukan merupakan bagian dari ikhtiar serius untuk menyelamatkan Aceh Selatan dari persoalan struktural yang telah lama mengakar dan membebani daerah,” ujar Khairunas.
“Kami tahu betul program Bapak H. Mirwan untuk Trumon sangat besar. Trumon Induk ini sudah terlalu lama tertinggal dan terabaikan,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar H. Mirwan MS segera kembali aktif memimpin Aceh Selatan dan terus bersinergi dengan H. Baital Mukadis dalam membangun daerah. Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan wilayah selatan Aceh tersebut.
“Kami menunggu kepulangan Bapak H. Mirwan. Salam dan doa kami selalu menyertai beliau. Jangan pernah gentar melakukan perubahan demi Aceh Selatan,” pungkas Khairunas.***
Tinggalkan Balasan