Krusial.com — Tawa ceria kembali menggema di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, baru-baru ini. Sebanyak 60 anak Sekolah Dasar (SD) yang terdampak bencana galodo terlihat antusias mengikuti kegiatan layanan psikososial (trauma healing) yang digelar oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Padang (PNP).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program intervensi terpadu pascabencana yang dilaksanakan PNP melalui pendanaan Tanggap Darurat Bencana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek. PNP menjadi salah satu perguruan tinggi penerima skema ini yang turun langsung membantu pemulihan masyarakat terdampak.
Tiga dosen PNP — Melyanda Agustin Chairina, S.S., M.Hum., Tia Kharina Elvonny, S.Pd., M.Hum., dan Herry Setiawan, S.ST., MT — bersama mahasiswa turut memfasilitasi jalannya kegiatan. Mereka mengajak anak-anak belajar sambil bermain melalui metode English Fun dan Math Fun. Suasana berlangsung hangat dan penuh keceriaan, para dosen dan mahasiswa membaur tanpa sekat, menciptakan ruang aman serta menyenangkan bagi anak-anak di masa pemulihan.
Ketua Tim PkM PNP, Gema Febriansyah, M.Hum., menegaskan bahwa pemulihan mental anak-anak pascabencana menjadi prioritas yang sama pentingnya dengan bantuan fisik.
“Anak-anak butuh kegiatan belajar dalam suasana yang menyenangkan untuk melupakan trauma. Solusi kami adalah menghadirkan layanan psikososial ini. Melihat mereka kembali tertawa adalah bukti bahwa pengabdian ini tepat sasaran. Kampus harus menjadi lokomotif penggerak aksi kemanusiaan yang menyentuh hati korban,” ujar Gema.
Selain kegiatan trauma healing, tim PkM PNP juga membagikan perlengkapan sekolah berupa tas, buku, dan alat tulis kepada 60 anak peserta agar mereka siap kembali melanjutkan aktivitas belajar.
Penyaluran Logistik dan Rendang Siap Saji
Meski fokus pada pemulihan psikologis, Tim PkM PNP juga menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak di empat titik strategis, yakni Posko Kecamatan Malalak, Dapur Umum Kecamatan, Dapur Umum Masyarakat Jorong Toboh, dan Dapur Umum Relindo Toboh.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, susu bayi, kasur, selimut, peralatan dapur, serta 250 kilogram rendang daging siap saji. Pemilihan rendang sebagai bantuan utama dilakukan karena sifatnya yang bergizi tinggi, tahan lama, dan cocok untuk kondisi darurat tanpa memerlukan bahan pengawet.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP, Ir. Ihsan Lumasa Rimra, SST., M.Sc. DECN., yang turut melepas sekaligus mendampingi tim, menegaskan pentingnya keselamatan serta akurasi penyaluran bantuan.
“Kami menekankan bahwa keselamatan tim adalah prioritas utama—pergi selamat, pulang selamat. Amanah bantuan dari skema kementerian ini harus benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” tegas Ihsan.
Kegiatan ini melibatkan tim lintas disiplin ilmu, antara lain Gilang Surendra, S.IP., M.I.Kom., Wahyu Araska, S.T., M.Sc., dan Rahmat Hafiz, S.T., M.T., serta lima mahasiswa dari Jurusan Bahasa Inggris dan Teknik Elektro. Sinergi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menghadapi masa pemulihan pascabencana.***
Tinggalkan Balasan