Krusial.com — Pemerintahan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (PEMA UTU) kembali turun ke lapangan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi ini menyasar wilayah terparah pascabanjir yang terjadi pada 26 November 2025.
Penyaluran bantuan dilakukan di empat titik, meliputi tiga lokasi di Desa Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, serta satu titik di kawasan Kota Lintang. Daerah-daerah tersebut hingga kini masih menghadapi kondisi darurat akibat kerusakan infrastruktur dan terbatasnya akses logistik.
Di lapangan, warga dilaporkan kehilangan tempat tinggal, kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, serta terputus dari layanan dasar. Kerusakan jalan dan fasilitas umum memperlambat proses pemulihan dan membuat sejumlah wilayah masih terisolasi.
Akses menuju Desa Perkebunan Pulau Tiga menjadi tantangan tersendiri bagi tim PEMA UTU. Jalan rusak parah membuat perjalanan tersendat, namun kondisi tersebut tidak menghalangi tim untuk tetap menjangkau warga dan memastikan bantuan tiba langsung di tangan korban.
Presiden Mahasiswa UTU, Putra Rahmat, mengatakan dalam aksi kemanusiaan ini, PEMA UTU menyalurkan makanan siap saji, logistik kebutuhan pokok dengan total sekitar lima ton, serta menyerahkan satu unit genset.
“Genset tersebut diperuntukkan bagi wilayah yang belum mendapatkan aliran listrik dan digunakan untuk penerangan serta menunjang aktivitas ibadah di masjid setempat,” ujar Putra Rahmat, usai penyerahan bantuan kepada warga, Rabu (24/12/2025).
Putra menyebut kondisi yang ditemui di lapangan mencerminkan situasi darurat kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Kami melihat langsung penderitaan masyarakat. Banyak yang masih bertahan tanpa kepastian. Mereka berharap negara hadir lebih nyata, termasuk dengan menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional agar penanganan dan bantuan bisa dipercepat,” kata Putra.
Aksi PEMA UTU mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Di Desa Perkebunan Pulau Tiga, warga bersama Kepala Mukim secara simbolis memasang spanduk PEMA UTU di Posko Utama Bantuan Kemanusiaan sebagai bentuk kepercayaan dan penghargaan atas kepedulian mahasiswa.
PEMA UTU menegaskan akan terus mengawal aspirasi warga terdampak dan mendorong percepatan pemulihan pascabencana. Mahasiswa, kata Putra, akan tetap berada di barisan kemanusiaan hingga masyarakat dapat kembali hidup secara layak dan bermartabat. ***
Tinggalkan Balasan