Krusial.com – Jaringan telekomunikasi XL di Desa Teupin Tinggi dan Ie Medama, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan, lumpuh total selama lebih dari seminggu akibat dampak banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Hingga Minggu (30/11/2025), layanan belum pulih, meninggalkan ribuan warga terisolasi komunikasi di tengah situasi darurat yang memprihatinkan.​

Keuchik Desa Teupin Tinggi, M. Yusuf, menyatakan bahwa sejak gangguan terjadi, pihak XL belum memberikan informasi resmi atau kejelasan rencana perbaikan terkait kerusakan tower, yang menjadi satu-satunya sumber jaringan bagi masyarakat setempat. Kondisi ini menimbulkan kesulitan besar, terutama saat warga bergantung pada layanan seluler untuk berkomunikasi dengan keluarga di luar desa.

“Sudah lebih dari seminggu jaringan mati total. Apalagi sekarang banyak banjir dan longsor di sekitar. Sanak saudara kami di luar desa tidak bisa dihubungi untuk memastikan keselamatan,” ujar M. Yusuf dengan nada prihatin.​

Gangguan ini berdampak pada lebih dari 200 kepala keluarga (KK) di Teupin Tinggi dan 97 KK di Ie Medama, dengan total populasi terdampak mencapai lebih dari 1.000 jiwa. Warga kehilangan akses untuk menghubungi layanan darurat, memantau informasi bencana, melakukan transaksi digital, serta berkomunikasi dengan keluarga. Aktivitas ekonomi juga terganggu, khususnya bagi mereka yang mengandalkan komunikasi daring untuk pekerjaan harian, usaha kecil, dan pemasaran hasil perkebunan.​

Situasi semakin diperburuk oleh banjir dan longsor yang terus melanda Trumon dan wilayah sekitarnya, di mana kebutuhan akan informasi cepat dan akurat menjadi krusial untuk keselamatan. M. Yusuf mendesak pemerintah daerah segera memanggil pihak XL untuk perbaikan darurat atau solusi alternatif, seperti pembangunan tower baru, mengingat keterlambatan penanganan berisiko tinggi terhadap nyawa warga.​

Masyarakat berharap respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, pihak kecamatan, dan operator XL. Layanan komunikasi kini dianggap sebagai kebutuhan dasar, terutama di wilayah rawan bencana. Hingga berita ini diturunkan, tower XL di kedua desa masih tidak berfungsi, dan belum ada estimasi waktu perbaikan dari pihak terkait.***