Krusial.com — Warga Gampong Air Sialang Hilir, Kecamatan Samadua, hingga hari ini masih merasakan dampak banjir yang melanda pada Senin malam, 24 November 2025. Luapan sungai yang terjadi tiba-tiba menggenangi pemukiman dan merendam sedikitnya 30 rumah dengan ketinggian air mencapai 30–50 sentimeter.
Tidak hanya menghadapi genangan air, warga juga harus berjuang dengan kondisi lingkungan yang semakin sulit. Listrik padam sejak malam kejadian, pasokan air bersih terganggu, dan sinyal Telkomsel hilang total, membuat warga kesulitan berkomunikasi maupun meminta bantuan.
“Sekitar pukul 10 malam air masuk ke rumah saat lampu mati. Hujan sangat deras dan sungai meluap. Kami panik karena gelap total,” ungkap Yanti, salah seorang warga Air Sialang Hilir, Sabtu (29/11/2025).
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh. Ketiadaan air bersih, matinya listrik, hingga hilangnya sinyal telekomunikasi membuat situasi semakin memprihatinkan. Warga berharap pemerintah daerah turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memberikan bantuan darurat.
“Kami benar-benar kesulitan. Air bersih tidak ada, lampu mati, sinyal hilang. Kami berharap pemerintah segera membantu,” keluh warga lainnya.
Camat Samadua, Ahmad Yusra S.Sos, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan bahwa Air Sialang Hilir termasuk wilayah yang terdampak banjir cukup parah.
“Selain Desa Baru dan Alur Pinang, banjir juga menggenangi permukiman Air Sialang Hilir, terutama Dusun Meunasah yang berbatasan langsung dengan Krung Samadua. Kami sudah meminta keuchik melakukan pendataan warga terdampak agar penanganannya bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, listrik masih padam dan sinyal Telkomsel belum pulih. Warga berharap bantuan segera datang agar kebutuhan dasar dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.***
Tinggalkan Balasan