Krusial.com – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur daerah itu sejak Rabu (26/11/2025) pagi. Hingga kini dilaporkan banjir kian meluas.

Debit air di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Woyla dan Krueng Meureubo dilaporkan meningkat tajam sehingga merendam permukiman warga di 49 desa pada sembilan kecamatan.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, ada sebanyak 594 kepala keluarga, atau dengan total 1.828 jiwa yang terdampak.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan terdapat sejumlah titik kecamatan mengalami genangan air banjir. Terparah terjadi di Kecamatan Sungai Mas, Woyla Timur, Woyla Barat, Meureubo, Kaway XVI, Pante Ceureumen, Arongan Lambalek, dan Johan Pahlawan.

“Di Kecamatan Sungai Mas, ketinggian air bervariasi di setiap desa, namun rata-rata 130 sentimeter, di Woyla Timur ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter,” kata Ronal kepada Krusial.com, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan, beberapa desa seperti Kajeng, Geudong, Lancong, Tungkop, hingga Gaseu mengalami rendaman banjir yang begitu parah, sehingga warga terpaksa mengungsi. Di Desa Geudong saja, ada 33 kepala keluarga mengungsi.

Selain itu, disebutkan Ronal, fasilitas umum turut terendam, termasuk kantor camat Sungai Mas serta akses jalan menuju beberapa kecamatan dan desa seperti Pasi Ara, Seumantok, dan Kajeng terputus lantaran rendaman air.

Hingga saat ini, BPBD Aceh Barat bersama TNI, Polri, relawan, serta masyarakat kini terus melakukan penanganan darurat.

“Tim juga telah menurunkan perahu karet untuk evakuasi warga di Sungai Mas dan menyiapkan dapur umum di Desa Tungkop dan Geudong. Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, tim juga melakukan evakuasi lanjutan terhadap warga di Desa Lango yang terjebak banjir,” ujarnya.

Informasi diterima, kondisi air di DAS Krueng Woyla dan Krueng Meureubo dilaporkan terus meningkat. BPBD pun terus melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan di seluruh titik terdampak banjir. ***