Krusial.com – Satu masjid di Desa Sipot, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, direnovasi total. Mesjid bernama Ahlussunah Waljamaah itu dibangun ulang menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan komoditas emas PT Megallanic Garuda Kencana (MGK).
Renovasi itu diketahui setelah digelarnya kenduri raya di halaman masjid setempat, Minggu (16/11/2025). Momen kenduri tersebut menjadi bagian dari rangkaian groundbreaking peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Ahlussunah Waljamaah.
Direktur PT MGK, Tgk Miswar, menyebut renovasi masjid ini sebagai bentuk nyata kontribusi perusahaan bagi desa yang berada di sekitar area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT MGK. Ia jugaa menyampaikan pada 2026 perusahaan akan membangun sejumlah rumah bagi warga kurang mampu.
“Renovasi masjid secara menyeluruh ini adalah kontribusi perusahaan. Kami ingin memulai kerja yang nyata dan bermanfaat untuk masyarakat. Tahun 2026, PT MGK juga akan membangun lima rumah baru untuk dhuafa dan merehab 25 rumah lainnya,” ujar Tgk Miswar usai kenduri raya.
Ia mengatakan kenduri yang dirangkai dengan groundbreaking itu menjadi simbol bahwa PT MGK berkomitmen bekerja serius dan memberikan dampak positif bagi daerah.
“Kita tidak mau main-main, tidak membuang waktu, tidak bersandiwara. Apa yang kita lakukan hari ini semata-mata ingin memberi manfaat untuk semua pihak,” kata Miswar.
Acara kenduri raya yang turut dihadiri mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, beberapa kepala desa di sekitar IUP, serta tokoh masyarakat selain dirangkai dengan groundbreaking peletakan batu pertama renovasi mesjid, tersebut juga dirangkai dengan santunan anak yatim, dan pembagian Al-Qur’an.
Miswar berharap kehadiran PT MGK dapat menjadi mitra strategis bagi seluruh pihak, sekaligus terus memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat.
“Sebelumnya kami juga membangun masjid di Desa Tanoh Mirah, Kecamatan Sungai Mas, dengan total anggaran lebih dari Rp600 juta. Pembangunan seperti ini akan dilakukan secara bertahap kepada semua. Kami berharap kehadiran perusahaan benar-benar dapat dirasakan semua pihak,” ujarnya.
Kepala Desa Sipot, Burhan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata PT MGK. Ia menegaskan renovasi Mesjid Ahlussunah Waljamaah bukanlah permintaan desa, melainkan inisiatif perusahaan.
“Ini bukan pertama kali PT MGK berbuat untuk desa kami. Tahun-tahun sebelumnya pun mereka hadir membantu. Masyarakat Sipot merasa sangat terbantu dengan kehadiran PT MGK,” ucap Burhan.
Dengan berlangsungnya acara tersebut, masyarakat Sungai Mas kembali merasakan denyut pembangunan melalui kehadiran perusahaan komoditas emas itu. Kehadiran MGK menjadi penanda bahwa upaya perbaikan dan kemajuan di wilayah tersebut akan terus berlanjut.***
Tinggalkan Balasan