Krusial.com — Tim pengabdian dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) yang dikolaborasikan dengan KKN Tematik 2025 di UMKM Kranciis Snack, Dusun Lambileh, Desa Lam Reh, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar pada Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Pelatihan Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Proses Produksi dan Pengemasan untuk Meningkatkan Kualitas dan Penjualan Produk Kipang Kacang UMKM Kranciis Snack” ini diselenggarakan oleh Departemen Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian USK, dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK tahun anggaran 2025.
Tim pengabdi terdiri atas Dr. Novi Safriani, S.TP., M.Sc, Dr. Nida El Husna, ST., M.Si, dan Dr. Yusriana, SP., M.Si dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, serta Dr. Sri Hartuti, S.TP., MT dari Program Studi Teknik Pertanian. Kegiatan ini turut melibatkan lima mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, yaitu Muhammad Athaya, Muhammad Zacky Barsya, Muhammad Abidzar, M. Abdul Hamid, dan Al Siddiq, yang menjalankan peran mereka dalam bentuk KKN Tematik.
Mitra kegiatan, UMKM Kranciis Snack, merupakan industri rumah tangga yang memproduksi makanan tradisional khas Aceh, yaitu kipang kacang. Usaha ini dikelola oleh Armanisah bersama 3 orang timnya selama ini berupaya menjaga cita rasa tradisional sambil menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar modern.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim USK berupaya membantu mitra meningkatkan kualitas, kuantitas, dan nilai jual produk kipang kacang melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam proses produksi dan pengemasan. Beragam inovasi teknologi diperkenalkan, di antaranya alat pencacah dan sangrai kacang tanah otomatis, alat pencetak dan penekan adonan kipang (roller), meja produksi ergonomis, serta kemasan baru berbentuk stoples plastik dan kotak berlabel informatif. Selain perbaikan proses, tim pengabdi juga menghadirkan inovasi varian rasa baru — kipang coklat dan kipang jahe — untuk memperluas jangkauan pasar.
Program pengabdian ini berlangsung selama enam bulan dan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari koordinasi dan sosialisasi kepada mitra, negosiasi proses produksi dan pengemasan, hingga pelatihan serta pendampingan langsung dalam produksi, pengemasan, dan pemasaran produk.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 di lokasi mitra, yang diisi dengan sesi pemaparan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), pelatihan pengemasan dan pemasaran, penjelasan formulasi varian rasa baru, serta demonstrasi penggunaan alat-alat produksi yang diserahkan kepada mitra.
Ketua tim pengabdi, Dr. Novi Safriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa hasil riset dan inovasi dari kampus bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui penerapan teknologi tepat guna, UMKM seperti Kranciis Snack dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing produk lokal,” ujarnya.
Tim pengabdi berharap kolaborasi antara USK dan UMKM Kranciis Snack tidak berhenti di kegiatan ini saja, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui inovasi dan teknologi.***
Tinggalkan Balasan