Krusial.com — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi mengukuhkan Dewan Ekonomi Aceh (DEA) dalam sebuah acara pelantikan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis malam (9/10).
Prosesi pelantikan turut dihadiri oleh anggota DPR RI asal Aceh, unsur Forkopimda Aceh, para penasihat dan anggota DEA, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perusahaan, BUMN dan BUMD, lembaga ekonomi dan keuangan, serta Kepala SKPA terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan bahwa pembentukan Dewan Ekonomi Aceh merupakan langkah strategis untuk memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah agar lebih berbasis riset, kolaboratif antar sektor, dan adaptif terhadap perkembangan global.
“Dewan ini akan menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam merancang dan mengawal kebijakan ekonomi berbasis data serta kerja sama lintas sektor. Kehadiran para ahli di dalamnya mencerminkan semangat baru untuk mendorong kemajuan ekonomi Aceh,” ujar Gubernur.
Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi besar Aceh, terutama di sektor perkebunan dan pertanian, guna memperluas lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan. “Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjadikan Aceh daerah yang maju, sejalan dengan arahan Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Dewan Ekonomi Aceh diharapkan berperan aktif dalam memberikan analisis dan rekomendasi kebijakan fiskal serta investasi, menentukan sektor unggulan daerah, dan mendorong transformasi menuju ekonomi hijau serta digital. Selain itu, DEA juga berfungsi sebagai mitra pengendali agar kebijakan ekonomi daerah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Adapun anggota Dewan Ekonomi Aceh terdiri dari berbagai akademisi dan praktisi ekonomi terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Ir. Marwan (USK), Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, MT., IPM., ASEAN Eng (Unimal), Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si (UTU), Dr. Nurlis Effendi (Unaya), Prof. Dr. Raja Masbar, MSc, Dr. Rustam Effendi, serta pengusaha Ismail Rasjid.
Dengan terbentuknya DEA, Pemerintah Aceh berharap terwujudnya sinergi yang kuat antara pemerintah, kalangan akademisi, dan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun regional dan internasional.***
Tinggalkan Balasan