Krusial.com – Ratusan mahasiswa dari kampus-kampus di Malang Raya menggelar aksi simbolik memperingati tiga tahun tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya reformasi di tubuh Polri.
Wakil Presiden BEM UIN Maliki, Muhammad Rizky Ramadhan, mengatakan sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dalam BEM Malang Raya turut serta dalam aksi ini. Mereka berangkat dari Kota Malang pukul 20.10 WIB dan tiba di Stadion Kanjuruhan sekitar pukul 21.10 WIB. Setibanya di lokasi, massa berkumpul di Monumen Tragedi Kanjuruhan dan menggelar orasi melalui pembacaan puisi serta menyalakan 50 lilin di depan monumen.
“Aksi simbolik ini bertujuan untuk merawat ingatan terkait tragedi kejahatan kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan,” kata Rizky, Jumat (3/10/2025).
Menurut Rizky, tragedi Kanjuruhan perlu mendapatkan peringatan khusus karena peristiwa itu telah menyita perhatian publik baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Selain menyalakan lilin dan berorasi, mahasiswa juga menyampaikan aspirasi berupa reformasi kepolisian.
“Kasus ini berkaitan dengan peristiwa lain seperti di Jakarta (tragedi Affan Kurniawan) kemarin, yang memicu gelombang protes di berbagai daerah,” jelasnya.
Mahasiswa turut mendesak keadilan bagi seluruh korban tragedi Kanjuruhan, baik berupa keadilan hukum maupun dukungan moral, psikologis, dan materiil bagi keluarga yang ditinggalkan. “Korban tidak hanya anak muda, tetapi juga ayah-ayah yang harus meninggalkan anak-anak mereka,” tambah Rizky.
Setelah membacakan tuntutan dan pernyataan sikap, mahasiswa merencanakan propaganda media untuk mendorong atensi pemerintah pusat agar menuntaskan pengusutan tragedi yang menelan ratusan korban jiwa tersebut.
Sekitar pukul 22.00 WIB, rombongan mahasiswa bergabung dengan kelompok suporter di depan Pintu 13 Stadion Kanjuruhan. Mereka bersama-sama melantunkan doa untuk para korban. Usai rangkaian kegiatan, mahasiswa meninggalkan area stadion sekitar pukul 23.00 WIB.***
Tinggalkan Balasan