Krusial.com — Sabtu dini hari, pos polisi perbatasan Surabaya-Sidoarjo menjadi sasaran aksi anarkis massa. Video pembakaran pos tersebut sempat viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah aparat polisi dengan tameng terpojok di dalam pos oleh massa. Massa yang beringas kemudian menyiramkan bahan bakar ke arah aparat yang terpojok.
Dengan sekali sulut, api langsung berkobar dan mengepung aparat. Massa tampak berteriak girang sambil melempari aparat dengan berbagai benda.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan bahwa pembakaran pos polisi di Waru itu terjadi pada Sabtu (30/8/2025) pukul 00.15 WIB. Saat itu, ratusan pendemo yang sebelumnya berkumpul di Kota Surabaya mulai bergerak ke arah selatan.
Sesampainya di depan pos polisi Waru, massa membakar tenda penjagaan dan melanjutkan aksinya dengan merusak pos. Padahal, di lokasi tersebut terdapat puluhan aparat yang siaga, namun kalah jumlah.
Tenda pos yang dibakar merupakan bangunan semi permanen dari besi dan kain banner yang berada tepat di depan pos. Tak hanya itu, bagian dalam pos, termasuk Ruang Parahita Taksaka dan Musala Al-Hanan, mengalami kerusakan. Kaca jendela dan pintu pecah berantakan.
“Sebenarnya sudah dijaga ketat, tapi massa terlalu banyak. Tenda di depan pos yang terbuat dari banner itu dibakar habis,” ujar Imam Malik (32), seorang penjual kopi yang biasa mangkal di sekitar lokasi.
Imam mengaku kaget dengan aksi brutal tersebut. Ia menyebut sebagian besar pelaku merupakan anak-anak muda yang datang secara berkelompok dengan sepeda motor.
“Saya kaget melihatnya, itu rata-rata anak muda. Setelah tenda dibakar, mereka langsung merusak pintu dan kaca pos polisi. Setelah itu mereka kabur ke arah selatan naik motor,” pungkas Imam.***
(PRAYITNO)
Tinggalkan Balasan