Krusial.com — Ada yang berbeda dalam peringatan HUT ke-80 RI di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kepala Desa Bantur, Nanang Kosim, meluncurkan kegiatan sosial baru bertajuk ‘Urib Iku Urup’ (Hidup itu harus bermanfaat). Pria yang akrab disapa ‘Kades Murah Senyum’ itu mengatakan bahwa program ini lahir dari keprihatinan sekaligus rasa cintanya kepada orang tua.

“Kita ada di dunia ini karena orang tua, karena Ibu dan Ayah. Tanpa mereka, kita tidak mungkin ada. Maka saya buat program ini, bukan hanya untuk warga sepuh Bantur, tetapi juga sebagai motivasi untuk anak-anak muda agar lebih sayang kepada orang tua mereka,” kata Nanang kepada Krusial.com, Kamis (28/8/2025).

Dalam program ini, dan sekaligus untuk memenuhi target pengentasan kemiskinan serta bakti kepada masyarakat, Pemdes dan Koramil Bantur sepakat menjalankan program bedah rumah gratis untuk warga yang tidak layak huni. Sasaran program ini adalah warga pra-sejahtera di seluruh desa.

“Sebelumnya, saya mengajak Danramil Bantur, Kapten Infanteri Hariyanto, untuk mendata rumah-rumah yang tidak layak huni. Jadi, sebelum dikerjakan, kita survei terlebih dahulu agar tepat sasaran,” ujar Nanang.

Seperti program sosial lainnya yang sedang ia jalankan, program ini juga dibiayai dari kantong pribadinya dan Koramil Bantur, bukan dari dana desa. Adapun untuk dana desa, tegasnya, anggarannya dicanangkan untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat.

“Jangan sampai dikaitkan dengan dana desa. Uang desa itu untuk pembangunan, bukan untuk saya. Program ini murni dari rezeki pribadi saya dan Danramil,” tegasnya.

Nanang menambahkan bahwa hunian yang layak dan sehat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami terus memastikan percepatan pelaksanaan bedah rumah ini agar masyarakat Bantur dapat segera menikmati hunian yang layak dan nyaman,” ungkap Nanang kepada wartawan.

“Bantuan keuangan yang kami berikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki kondisi rumah yang sebelumnya tidak layak huni,” imbuhnya.

Kades Bantur berharap program bedah rumah ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas. Sementara itu, Danramil Bantur, Kapten Infanteri Hariyanto, mengatakan bahwa hasil bedah rumah warga Bantur diserahkan kepada pemiliknya. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Desa Bantur. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Kepala Desa Bantur untuk membantu warga kurang mampu di wilayahnya. Rumah yang selesai dibedah tersebut milik Poniyem, warga Dusun Tanjungsari RT 20 RW 04 Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dan diserahkan kepada Poniyem. Rumah tersebut diresmikan dan diserahkan kepada Poniyem sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

“Kami selaku Komando Rayon Militer (Koramil) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemdes Bantur yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi dalam mensukseskan program Bedah Rumah,” kata Hariyanto.

Dia menambahkan bahwa bedah rumah Ibu Poniyem telah terlaksana sesuai target yang ditentukan, dimulai pada 1 Agustus dan selesai tepat pada HUT RI yang ke-80. “Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat kita laksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang kurang mampu dapat memiliki rumah layak huni,” ujarnya.***

(PRAYITNO)