Krusial.com — Kecamatan Senduro terus menggali potensi wisata yang dimilikinya. Selain menawarkan keindahan alam, pihak pengelola kawasan Senduro mulai merambah ke sektor wisata religi, dengan Pura Mahendra Giri Semeru Agung sebagai salah satu yang paling menonjol.

Pura yang menjadi kiblat bagi umat Hindu ini, menurut pengurus Harin Wira Dharma, mulai difokuskan untuk mengembangkan wisata religi. “Di Senduro terdapat banyak wisata religi yang perlu dikenalkan,” ujarnya.

Pengembangan wisata religi ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan mancanegara. Mereka juga tertarik untuk mempelajari kebudayaan lokal yang lekat dengan adat istiadat setempat.

“Selain pura, ada juga situs Selogending dan beberapa tempat religi lainnya. Sejak beberapa bulan lalu, kami fokus mengembangkan wisata religi. Pengunjung yang datang bisa belajar langsung tentang keagamaan yang dianut warga Senduro, terutama agama Hindu,” ucapnya.

Secara geografis, posisi Kecamatan Senduro cukup luas, dengan kondisi penduduk yang beragam dari berbagai agama. Hal ini menjadi perhatian tersendiri, termasuk bagi mereka yang tinggal di wilayah Ranu Pani dan Argosari, yang masih lekat dengan kebudayaannya. Konsep wisata religi yang ditawarkan oleh pengembang cukup menarik, di mana setiap pengunjung diajak untuk merasakan kehidupan sebagai warga lokal, lengkap dengan busana dan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

Pendekatan ini menciptakan kesan menarik bagi pengunjung dan mampu mengenalkan Senduro di kancah internasional.

“Mereka kami ajak untuk tinggal lebih lama di Senduro. Kebiasaan yang kami lakukan setiap harinya kami perkenalkan kepada mereka, sehingga kesannya mereka seperti menjadi warga lokal,” pungkasnya.***

(PRAYITNO)