Krusial.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Seudang Kabupaten Aceh Selatan menggelar syukuran dan santunan anak yatim di Dusun Tengah, Desa Kampung Paya, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, pada Minggu (16/8/2025).
Kegiatan ini turut didukung oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhok Tapaktuan sebagai bagian dari peringatan 20 tahun perdamaian Aceh.
Ketua KPA Wilayah Lhok Tapaktuan, Jawandra alias Wan Marinir, melalui Juru Bicara KPA Lhok Tapaktuan, Jalaluddin yang akrab disapa Buyung Tangah, mengatakan bahwa kegiatan syukuran dan santunan anak yatim ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 20 tahun perdamaian Aceh dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Pada sambutannya, Buyung Tangah mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, syukuran dan santunan anak yatim jauh lebih bermanfaat dibandingkan hanya menggelar perlombaan semata.
Bahkan, Buyung Tangah mengingatkan bahwa merawat perdamaian adalah tanggung jawab bersama.
“Jangan ada lagi perpecahan dan kita bersyukur Aceh selalu damai, aman, dan tenteram,” ujarnya.
Ia juga mengutarakan rasa bangganya atas kegiatan yang dilakukan oleh DPW Muda Seudang Aceh Selatan.
“Beginilah kegiatan yang seharusnya dilakukan, jauh lebih bermanfaat daripada tarik tambang, panjat pinang, atau lomba lari dalam guni,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Muda Seudang Aceh Selatan atas pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.
Buyung Tangah mengingatkan bahwa perdamaian Aceh yang telah berjalan dua dekade harus terus dirawat. Ia menekankan bahwa masih banyak butir-butir perjanjian MoU Helsinki yang belum direalisasikan oleh pemerintah pusat.
“Dua dekade sudah berlalu, tapi masih banyak janji yang belum dipenuhi. Ini hutang wajib kita tagih. Kami tidak ingin ada konflik baru, kami ingin damai sekarang,” tambahnya.
Menurutnya, salah satu janji yang hingga kini belum terealisasi adalah pembagian lahan dua hektare untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
“Sekarang ini Muzakir Manaf sedang memperjuangkan dana abadi Rp1 triliun untuk eks kombatan GAM. Kita harus dukung karena ini adalah hak Aceh,” pungkasnya.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Tuha Peut KPA Wilayah Lhok Tapaktuan Tgk Husen Yusuf, Juru Bicara KPA Wilayah Lhok Tapaktuan Jalaluddin/Buyung Tangah, Pimpinan Pesantren Himmatul ‘Amal Pasie Kuala Ba’u Abah Muhib, Ketua Forum Peduli Kluet Raya (FPKR) Tabrani Atim, Ule Bentara Sago Asahan Zainun M, Komisioner Baitul Mal Tengku Misbar, pengurus KPA/PA, Muda Seudang, para tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.***
Tinggalkan Balasan