Krusial.com — Ratusan perempuan menjadi korban praktik penipuan berkedok arisan online yang kembali terjadi di Malang. Mereka melaporkan dua orang wanita asal Turen, Malang, yang mengelola arisan online tersebut ke Polres Malang.

Para korban menyebut bahwa arisan online itu dihimpun oleh kedua pelaku dalam satu grup WhatsApp bernama ‘Grup Jual Beli Arisan Amanah’. Dalam grup tersebut, setidaknya terdapat ratusan anggota yang tersebar di wilayah Malang Raya. Para korban melaporkan bahwa total kerugian akibat mandeknya arisan itu mencapai Rp 6 miliar.

Anisa (23), warga Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Malang, salah satu korban arisan tersebut, menyebutkan bahwa dia turut melapor bersama puluhan perwakilan korban lainnya. Menurutnya, setidaknya ada 500 anggota arisan yang tergabung dalam grup WhatsApp tersebut.

Namun, menurut Anisa, yang mengalami kerugian akibat tertipu sistem fiktif slot arisan oleh dua orang pemilik grup itu hanya sebanyak 350 orang. Modusnya, kata dia, pelaku mengiming-imingi keuntungan hampir 100% dari modal yang mereka setorkan.

Dia menceritakan bahwa pelaku menawarkan slot arisan di grup WhatsApp dengan total anggota hampir 500 orang. Salah satu tawaran yang diberikan adalah agar menyetor dana untuk mendapatkan arisan pada tanggal yang sudah ditentukan dengan keuntungan berlipat ganda.

“Pelaku menawarkan slot arisan. Misalnya, beli arisan tanggal 15 Juli sebesar Rp 500 ribu, nanti tanggal 2 Agustus akan mendapatkan Rp 1 juta,” ujar Anisa kepada wartawan di Polres Malang, Jumat (8/8/2025). “Dalam grup ada 500 orang, yang menjadi korban 350 orang, kerugiannya kurang lebih hampir Rp 1 miliar,” sambungnya.

Anisa menyebutkan bahwa para korban mayoritas telah mengikuti jual beli arisan ini sejak 2024. Namun, arisan mulai berhenti alias tidak cair pada 24 Juli 2025.

“Ada yang sudah setor mulai dari Rp 20 juta hingga ratusan juta,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Diana. Para korban memilih melapor ke polisi karena pelaku tak kunjung menepati janji sejak arisan terhenti pada 24 Juli 2025. Diana menambahkan bahwa sebanyak 350 orang lebih telah menyetorkan uang modal arisan kepada pelaku, mayoritas berasal dari wilayah Malang Raya hingga luar kota.

“Pelaku berjanji akan mengembalikan modal pada tanggal 24 Juli kemarin. Namun, mereka juga meminta agar dikurangi dengan laba yang sudah kami cairkan sebelumnya. Padahal, kami juga memiliki modal jual beli yang sudah menjadi kesepakatan dan minta dikembalikan,” pungkasnya.***

(PRAYITNO)