Krusial.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan menggelar kegiatan Pembinaan Teknis 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu bagi Puskesmas tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen mendukung transformasi layanan primer dan penguatan Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Puskesmas Barat Aceh Selatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinkes, Faizah Abbas, S.Tr.Keb, MKM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya peran kader Posyandu dalam mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi serta mendekatkan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat Dusun/RT.
“Dengan ditetapkannya Permendagri No. 13 Tahun 2024, Posyandu kini telah bertransformasi kelembagaan menjadi bagian dari LKD yang memiliki fungsi lebih luas dan strategis. Oleh karena itu, pembinaan dan peningkatan kapasitas kader menjadi hal yang sangat krusial,” ujarnya.
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Promosi Kesehatan, dan Penjab Gizi dari seluruh wilayah Puskesmas di Aceh Selatan mengikuti kegiatan ini. Mereka dibagi dalam dua angkatan dan akan dibekali materi secara teknis oleh fasilitator dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Ketua Panitia, Surya Dharma, SKM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang telah dilakukan di tingkat provinsi. Tujuan utama kegiatan ini adalah mempersiapkan assessment kader Posyandu agar pada tahun 2025, minimal 10 persen dari 1.300 kader yang ada di Aceh Selatan dapat naik tingkat menjadi Kader Madya.
Klasifikasi kader dibagi menjadi tiga jenjang, yakni Kader Purwa, Kader Madya, dan Kader Utama. Masing-masing jenjang memiliki indikator keterampilan dasar yang mencakup pelayanan siklus hidup mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia, serta keterampilan dalam mengelola Posyandu.
Transformasi layanan primer yang tengah digalakkan Kementerian Kesehatan juga menjadi latar penting kegiatan ini. Posyandu sebagai bagian dari sistem kesehatan berbasis masyarakat diharapkan mampu menjadi titik sentral pelayanan dasar di desa melalui penguatan upaya promotif dan preventif.
“Puskesmas harus mampu mengawal pembinaan kader di wilayahnya. Hari buka Posyandu juga harus dibarengi dengan kunjungan rumah agar pelayanan lebih menyentuh dan menyeluruh,” tambah Kadinkes dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan serius agar mampu menyerap seluruh materi dan dapat menerapkannya secara nyata di lapangan.
Ia berharap pembinaan ini dapat menjadi tonggak lahirnya kader-kader Posyandu yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Mari kita wujudkan bersama Posyandu yang lebih kuat, kader yang lebih kompeten, dan masyarakat yang lebih sehat,” pungkasnya.***
Tinggalkan Balasan