Krusial.com – Mahasiswa peserta KKN Tematik Literasi Universitas Syiah Kuala 2025 yang ditugaskan di Gampong Blang Balok, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur berhasil mengangkat kisah Meriam Lada Secupak yang dituangkan dalam buku bergambar.

Buku setebal 25 halaman ini ditulis oleh Ammar Qurthuby dan Della Rahmatika dibawah bimbingan DPL, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc. Menurut Ammar, mereka sengaja buat buku bergambar agar dapat dijadikan bahan bacaan anak-anak.

Menurut Ammar, buku ini sepenuhnya diinspirasi oleh adanya situs sejarah berupa meriam yang diyakini oleh warga masyarakat Blang Balok sebagai bahagian dari meriam Lada Sicupak hadiah Kesultanan Turki, berada dilokasi posko KKN mereka. Akhirnya atas dorongan yang kuat dari DPL, Dr. Yasar, akhirnya buku tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.

Draft buku yang rencananya akan disunting langsung oleh Yasar selaku DPL tersebut berhasil diserahkan secara simbolis kepada Kepala Dinas Perpustakaan Aceh Timur, drh. Muhammad Mahdi dan Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur Dr. Darmawan M.Ali, ST., MISD saat upacara penarikan mahasiswa KKN Literasi USK 2025 di halaman kantor Bupati Aceh Timur, 31/07/2025.

Yasar yang juga salah seorang editor di USK Press merencanakan karya monumental mahasiswa peserta KKN tersebut akan diterbitkan oleh USK Press dan didistribusikan oleh instansi terkait sebagai bahan bacaan anak sekolah baik di Aceh Timur maupun daerah lain di Provinsi Aceh.

Yasar sangat yakin LPPM USK dan Rektor USK bahkan Perpusnas RI pasti akan mendukung upaya ini karena memberi dampak langsung terhadap pengembangan dunia literasi di Aceh.

“Saya sangat mengapresiasi usaha kedua mahasiswa ini, meskipun tidak ada kewajiban dalam program KKN yang mengharuskan mereka untuk menghasilkan karya sedemikian rupa. Namun mereka mampu memberi sesuatu yang lebih dan tentunya sangat membanggakan. Semoga ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk menjadi penulis hebat ke depan”, ujar Yasar.

Selaku DPL, Yasar senantiasa memotivasi mahasiswa agar mampu memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar program kewajiban. Tahun lalu ada Yenni Ulisty berhasil dengan Sentra Janeng, Dan kali ini Ammar dan Dellia berhasil mewujudkannya.***