Krusial.com — Jelang kegiatan peluncuran Rumah Produksi Janeng Riting yang dijadwalkan akan dilakukan oleh Ketua TP PKK Aceh, Ny. Marlina Usman, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), dan Bupati Aceh Besar pada 4 Agustus 2025 mendatang, Wakil Ketua TP PKK Aceh, Mukarramah, meninjau langsung lokasi desa binaan Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) Universitas Syiah Kuala bersama Universitas Sumatera Utara dan Universitas Andalas pada Jumat (26/7/2025).
Kunjungan tersebut bertepatan dengan kegiatan diseminasi dan pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) Pengolahan Janeng yang sedang dilakukan oleh Tim PMKI USK. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pembinaan yang dilakukan oleh tim sejak enam bulan terakhir di desa yang dikenal sebagai sentra Janeng di Aceh Besar.
Tim yang diketuai oleh Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., beranggotakan Dr. Mustaqimah, S.TP., M.Sc., Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc., dan Dr. Khairi, M.Si., melaksanakan kegiatan peningkatan nilai ekonomi janeng (Dioscorea hispida dennst) sebagai bahan pangan alternatif berkelanjutan berbasis Teknologi Tepat Guna.
Salah satu strategi mereka adalah memperbaiki teknologi pengolahan janeng masyarakat dari konvensional menjadi mekanis dengan menggunakan alat TTG, seperti alat pengupas janeng, alat perajang janeng, alat pembuang racun, alat pengering, dan alat penepung.
Selain itu, untuk meningkatkan nilai tambah produk, melalui Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) mitra, Universitas Andalas, tim ini akan memanfaatkan limbah janeng sebagai bahan baku biopestisida yang ramah lingkungan.
PTNBH mitra lainnya, Universitas Sumatera Utara, sedang menyelesaikan kajian terkait manfaat janeng bagi kesehatan manusia. Menurut referensi yang kami dalami selama ini, tumbuhan liar ini memiliki banyak keistimewaan, terutama bagi kesehatan tubuh manusia. Pengetahuan tentang hal ini tentu dapat meningkatkan nilai jual janeng ke depan, ujar Ketua PMKI USK, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc.
Menurut dosen Teknik Pertanian USK tersebut, pihaknya sedang berupaya menjadikan Gampong Riting dari sebelumnya dikenal sebagai sentra produksi menjadi desa industri janeng. Hal ini mendapat respons positif dari Pokja III TP PKK Aceh. Menurut ketuanya, Putroe Fajriah, ST, upaya tersebut sesuai dengan program yang dilakukan di bidangnya, sehingga TP PKK Aceh siap bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkannya.
Wakil Ketua TP PKK Aceh, Mukarramah, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat mendukung program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan keluarga. Ia menyebut janeng sebagai makanan legendaris, oleh karena itu ia mengajak masyarakat untuk melestarikan dan memanfaatkannya sebagai sumber pangan alternatif dan ekonomi potensial. “Insya Allah, Pemerintah Aceh akan membantu upaya masyarakat dalam mengembangkan produk ini ke depan,” ujarnya.
Keuchik Riting, Zakaria, atas nama masyarakat, merasa sangat gembira dan bahagia atas perhatian pemerintah Aceh. “Kunjungan Ibu Wakil Ketua TP PKK Aceh beserta rombongan ini kami maknai sebagai dukungan serius pemerintah dalam mendorong kemajuan Gampong,” ujarnya saat mempersilakan para tamu menikmati keurabe janeng yang telah disiapkan oleh ibu-ibu PKK Gampong Riting. Keurabe merupakan sajian khas umbi janeng kering yang direbus atau dikukus dan dibaluri kelapa parut yang diberi gula dan garam secukupnya.
Wakil Ketua TP PKK Aceh dan rombongan menggelar pertemuan dengan warga di Meunasah Gampong Riting sambil menikmati sajian keurabe janeng, yang dilanjutkan dengan meninjau Rumah Produksi Janeng Riting hasil swadaya masyarakat. Ia juga meninjau proses pengeringan janeng masyarakat dan membeli produk tersebut untuk dibawa pulang. Istri Wakil Gubernur Aceh itu terlihat sumringah, seakan sedang membayangkan prospek cerah bagi kesejahteraan masyarakatnya.
Tinggalkan Balasan