Krusial.com — Akibat cuaca kurang bersahabat yang melanda wilayah perairan Sabang jadwal pelayaran kapal cepat hari ini hanya beroperasi satu trip. Pihak operator kapal cepat menyatakan pembatalan seluruh trip lainnya dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak kapal.
Kepala Cabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur Sabang Rudi mengatakan dari seluruh jadwal yang ada hanya keberangkatan pukul 14.30 WIB dari Sabang menuju Banda Aceh yang berhasil beroperasi. Seluruh trip lainnya dibatalkan lantaran kondisi laut yang tidak memungkinkan untuk berlayar.
“Kondisi laut hari ini tidak bersahabat dan kami tidak ingin mengambil risiko. Nakhoda menyatakan tidak bisa berlayar karena cuaca maka kita putuskan hanya satu trip siang tadi,” kata Rudi Kamis (12/6/2025).
Ia menjelaskan keputusan pembatalan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan nakhoda, pihak KSOP, serta mempertimbangkan informasi cuaca dari BMKG. Dalam prosedur pelayaran penilaian nakhoda dan hasil analisis cuaca menjadi rujukan utama sebelum keberangkatan.
“Kami komunikasi dengan KSOP dan BMKG. Kalau nakhoda menyatakan tidak bisa melewati kondisi laut maka kami usulkan pembatalan. Kadang pihak terkait bahkan lebih waspada daripada kami,” tambahnya.
Lebih jauh dikatakan, informasi pembatalan diberitahukan kepada masyarakat secara resmi satu jam sebelum jadwal keberangkatan. Pengumuman dilakukan melalui pesan yang dikirimkan ke Grup Whatsapp dan pemasangan informasi di loket penjualan tiket.
“Bagi penumpang yang sudah membeli tiket, kita menjamin pengembalian dana 100 persen baik untuk tiket yang dibeli di loket maupun melalui aplikasi pemesanan Express Bahari,” terangnya.
Kemudian, Rudi memastikan penumpang yang terdampak diarahkan ke kapal Roro agar tetap bisa melanjutkan perjalanan. Pihaknya bahkan meminta operator kapal lambat untuk menunggu sejenak agar penumpang dari kapal cepat bisa terakomodasi.
“Penumpang kami arahkan ke kapal lambat dan kami sudah minta operator kapal lambat agar menunggu sejenak. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat,” tambahnya.
Saat ditanya soal jadwal hari berikutnya, ia menyatakan pihaknya masih menunggu perkembangan cuaca dari BMKG. Saat ini, tinggi gelombang laut masih diperkirakan belum cukup aman untuk pelayaran kapal cepat.
“Kami akan evaluasi sampai besok pagi. Kalau cuaca memungkinkan tentu akan kami operasikan seperti biasa. Tapi kalau tidak maka prioritas kami tetap keselamatan,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan