Krusial.com — Ribuan masyarakat Kabupaten Aceh Barat memadati Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh untuk melaksanakan ibadah salat Iduladha 1446 Hijriah pada Jumat (6/6/2025). Pelaksanaan salat hari raya ini digelar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah, dengan penuh semangat kebersamaan.

Sejak pukul 06.45 WIB, jemaah telah berdatangan memenuhi area masjid. Sekitar pukul 07.15 WIB, seluruh ruang masjid telah dipenuhi jemaah, termasuk lantai dua dan area halaman masjid yang dimanfaatkan menjadi tempat salat tambahan dengan sajadah yang dibawa masing-masing.

Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Barat, Tgk. Muhammad Isa, menyampaikan bahwa yang bertindak sebagai imam salat Iduladha tahun ini adalah Imum Chik Masjid Agung Meulaboh, Tgk. H. Saifuddin Yahya. Sementara itu, khatib Iduladha adalah Tgk. Mustafa Huseun Woyla, S.Pd.I., yang menyampaikan khutbah bertema “Bersatu di dalam Taat”.

Dalam khutbahnya, Tgk. Mustafa menekankan pentingnya tiga bentuk ketaatan dalam hidup seorang muslim, yakni taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada ulil amri (pemimpin). Ia mengingatkan bahwa ketaatan yang hakiki membawa keberkahan hidup dan keselamatan dunia akhirat, serta menjadi dasar tegaknya ukhuwah dan kekuatan umat Islam.

Tgk. Mustafa juga mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menghadapi ujian berat dari Allah SWT. Ia menjelaskan bagaimana Nabi Ibrahim yang telah lama berdoa untuk memiliki keturunan, akhirnya dikaruniai putra bernama Ismail dari istrinya Siti Hajar. Namun, Allah kemudian menguji mereka dengan perintah untuk menyembelih Ismail, yang diterima dengan penuh keikhlasan oleh kedua nabi tersebut.

“Ini adalah wujud ketaatan luar biasa. Bahkan Nabi Ismail, sebagai anak, tidak menolak. Ia berkata kepada ayahnya untuk menjalankan perintah Allah, dan insya Allah dia akan termasuk orang-orang yang sabar,” ujar Tgk. Mustafa dalam khutbahnya.

Namun, lanjutnya, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bukti bahwa ujian tersebut telah dilalui dengan baik. Peristiwa inilah yang menjadi asal muasal pelaksanaan kurban hingga kini, sebagai bentuk ketaatan dan pengorbanan di jalan Allah SWT.

Khatib juga menyampaikan bahwa setiap umat akan diuji, baik dengan nikmat maupun musibah. Di antara bentuk ujian itu adalah menjaga salat lima waktu, salat berjamaah di masjid, serta sabar menghadapi berbagai godaan dan maksiat.

“Ujian tidak hanya berupa musibah, tetapi juga kesenangan dan kekuasaan. Maka penting bagi kita menjaga hati dan amal agar tetap dalam jalan yang diridai Allah,” katanya.

Tgk. Mustafa mengajak seluruh jemaah untuk memperkuat pendidikan agama dalam keluarga dan menjadikan salat sebagai pondasi utama.

“Jangan sampai dalam satu keluarga hanya sebagian kecil yang mendirikan salat. Mari kita mulai dari keluarga kecil kita,” katanya berpesan.

Setelah pelaksanaan salat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyerahkan hewan kurban kepada pengurus Masjid Agung Baitul Makmur. Hewan-hewan kurban tersebut kemudian akan disembelih dan dagingnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai simbol semangat berbagi dan kepedulian sosial.

Perayaan Iduladha di Aceh Barat tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta membumikan nilai-nilai ketaatan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.****