Krusial.com — Politeknik Aceh kembali melakukan kegiatan monitoring terhadap mahasiswa Program Studi Diploma III Mekatronika yang saat ini sedang menjalani program praktik industri di PTPN V Regional 6, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Cot Girek, Aceh Utara.
Tiga mahasiswa tersebut merupakan bagian dari 29 penerima program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit angkatan 2023 Politeknik Aceh yang melaksanakan program praktik industri tersebar di 13 perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di seluruh Indonesia.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja sesungguhnya, sekaligus mengevaluasi capaian pembelajaran selama masa program praktik industri tersebut.
Dalam kunjungan ini, tim dari bagian kemahasiswaan Politeknik Aceh berdiskusi langsung dengan mahasiswa dan pihak perusahaan terkait proses pembinaan, pencapaian keterampilan teknis, serta adaptasi mahasiswa dalam lingkungan kerja khususnya di industri pengolahan sawit.
Perwakilan dari PTPN V Regional 6 menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dan menekankan pentingnya peningkatan hard skill dan soft skill serta etos kerja sebagai bekal utama dalam memasuki dunia kerja.
“Kami melihat potensi besar dari mahasiswa Politeknik Aceh, untuk peningkatan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, sangatlah penting agar lulusan benar-benar siap pakai dan mampu berkompetisi di dunia kerja,” ujar perwakilan PTPN V Regional 6 kepada (tautan tidak tersedia) pada Jum’at (23/5/2025).
Sementara itu, perwakilan tim monitoring dan evaluasi Politeknik Aceh menyampaikan bahwa program praktik industri ini menjadi bagian penting dari kurikulum pembelajaran vokasi, terutama dalam mengaplikasikan ilmu mekatronika pada sistem otomasi dan pemeliharaan mesin di sektor kelapa sawit.
Program praktik industri ini merupakan bagian dari Beasiswa SDM Sawit yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dengan tujuan menghasilkan tenaga kerja muda yang profesional, kompeten, dan siap mendukung keberlanjutan industri sawit nasional.
Politeknik Aceh berharap kerja sama dengan dunia industri ini terus diperkuat sebagai upaya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era industri 4.0.
Dalam penutupan kegiatan ini, Politeknik Aceh juga melakukan sosialisasi penerimaan Beasiswa SDM Sawit tahun 2025 dengan jumlah kuota sebanyak 4.000 orang, dan sebanyak 41 penyelenggara pendidikan untuk jenjang diploma dan sarjana.
Politeknik Aceh dipercayakan untuk menerima 150 orang kuota pada tahun ini.***
Tinggalkan Balasan