Krusial | Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di beberapa wilayah Provinsi Aceh pada periode 13 hingga 15 Mei 2025. Peringatan ini disampaikan oleh Koordinator Data dan Informasi BMKG SIM Banda Aceh, Anang Arianto, dalam laporannya yang diterima RRI, Rabu (13/5/2025).

Anang menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan meteorologis, terdeteksi adanya belokan angin dan daerah konvergensi yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Aceh. “Faktor-faktor lokal yang cukup kuat turut memengaruhi dinamika cuaca, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.

Wilayah yang diprediksi terdampak hujan lebat pada 13 Mei 2025 meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Pidie Jaya. Sementara itu, pada 14 Mei 2025, hujan intens diperkirakan melanda Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Tenggara. Adapun pada 15 Mei 2025, wilayah yang berpotensi mengalami cuaca serupa antara lain Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, dan Simeulu.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak dari cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang dapat terjadi akibat hujan lebat berdurasi panjang. “Jika terlihat awan hitam tebal dan hujan mulai turun di daerah pegunungan, warga disarankan segera menjauhi lereng perbukitan dan daerah aliran sungai untuk menghindari potensi bencana,” ujar Anang.

Sementara itu, kata Anang, pantauan titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh pada 13 Mei 2025 menunjukkan hasil nihil. Berdasarkan data sensor satelit MODIS (Terra, Aqua, Suomi NPP) dan NOAA20/VIIRS, tidak ditemukan titik panas di wilayah Aceh hingga pukul 09.00 WIB.***